• News

  • Cantik & Gaya

Pentingnya Penggunaan Pelembab Selama Bulan Puasa

Ilustrasi pemakaian pelembab
dok.healthy
Ilustrasi pemakaian pelembab

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pakar dr Ika Anggraini SpDV imbau, masyarakat yang sedang menjalani puasa untuk tetap menjaga kesehatan kulit. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yakni penggunaan pelembab dan dianjurkan digunakan minimal sebanyak dua kali dalam sehari.

Berbeda halnya pada kulit yang kering, dikatakan dr Ika, pelembab bisa diaplikasikan dua hingga lima kali dalam sehari. Pelembab bisa digunakan saat pagi, siang, sore, setelah berbuka puasa dan malam hari.

"Pelembab sifatnya humektan, menarik air jadi bisa diaplikasikan juga setelah mandi. Ini (pelembab) penting bagi kulit kering, jadi minimal gunakan pelembab dua kali dalam sehari," kata dr Ika pada Netralnews, baru-baru ini di Jakarta.

Lebih lanjut dijelaskan, pelembab jarang dibutuhkan pada mereka yang memiliki keadaan kulit berminyak. Namun bila sedang menjalani perawatan kulit, akan ada krim malam yang biasanya digunakan dan keadaan ini bisa mengubah kulit yang tadinya berminyak menjadi kering.

Selain pelembab, produk lain seperti face oil juga perlu hati-hati penggunaannya pada kulit berminyak. Bahkan dr Ika katakan bahwa face oil tidak cocok bagi kulit berminyak karena wajah kulit berminyak sudah produksi minyak sehingga tidak membutuhkan tambahan oil.

"Pada kulit kering hingga sensitif, penggunaan face oil juga perlu hati-hati karena ada kandungan ekstrak tambahan misalnya fragrance (parfum). Itu bisa buat alergi dan bruntusan," tegas dokter yang praktik di Klinik Kecantikan Bamed Skin Care ini.

Pada umumnya ketika Ramadhan, kulit menjadi menjadi lebih kusam dan kering, sehingga pori-pori tampak lebih besar dan garis-garis kerutan halus tampak lebih nyata.

Maka dari itu, selain penggunaan pelembab, disarankan konsumsi makanan berkuah seperti sup, sayur contohnya selada, dan buah-buahan yang banyak mengandung air contohnya semangka dan jeruk. Makanan tersebut dapat menambah asupan cairan pada tubuh selain dari konsumsi air minum.

Kurangi juga konsumsi kafein karena kafein merupakan diuretik yang akan meningkatkan risiko kehilangan cairan dari tubuh. Kehilangan cairan lantas bisa menyebabkan dehidrasi tidak hanya pada tubuh, juga pada kulit.

"Hindari diri juga dari sinar matahari yang berlebihan karena suhu lingkungan yang panas akan meningkatkan ekskresi keringat dari tubuh. Itu bisa meningkatkan risiko terjadinya dehidrasi," kata dr Ika.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya