• News

  • Cantik & Gaya

7 Jam Duduk Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung Sebesar 20%

 7 jam duduk tingkatkan risiko penyakit jantung sebesar 20%.
Healthy
7 jam duduk tingkatkan risiko penyakit jantung sebesar 20%.

TANGERANG, NETRALNEWS.COM - Dr dr Antonia Anna Lukito, SpJP (K), FIHA mengungkapkan, tujuh jam duduk ternyata mampu meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 20 persen. Maka diimbau Dr Anna, agar pekerja yang banyak duduk untuk lakukan aktivitas selama 10 menit, setiap satu jam sekali.

Berbagai aktivitas yang bisa dilakukan diantaranya naik turun tangga kantor, bergerak mengambil file-file pekerjaan, dan tidak hanya menyuruh orang, melainkan melakukannya sendiri.

"Setiap jam pulang kerja, keluar kantor saya lihat banyak orang yang sebetulnya tidak gemuk namun memiliki perut buncit. Itu jelek sekali, dan terjadi karena penyakit duduk," kata Dr Anna disela-sela 24th ASEAN Federation Cardiology Congress (AFCC) baru-baru ini di Tangerang.

Pernyataan ini disampaikan Dr Anna, pasalnya penyakit Jantung merupakan salah satu masalah kesehatan utama dan penyebab nomor satu kematian di dunia. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, lebih dari 17 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah. 

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah semakin meningkat dari tahun ke tahun. Setidaknya, 15 dari 1000 orang, atau sekitar 2.784.064 individu di Indonesia menderita penyakit jantung.

"Jaman sekolah misalnya ada ekstrakulikuler olahraga, kuliah masih main basket, seiring lulus kuliah 20 tahun tidak olahraga. Orang seperti ini hadapi risiko dua kali risiko mati mendadak karena serangan jantung," tegas dia.

Padahal menurut Dr Anna, meski telah bekerja, olahraga bisa dilakukan dimana saja dan tidak harus pagi. Olahraga juga bisa dilakukan siang atau malam, seperti Dr Anna yang kerap melakukan olahraga di tengah malam.

"Yang penting olahraganya konsisten. Apalagi buat anak-anak muda, dianjurkan olahraga selama 7 jam dalam seminggu," kata dia.

Diimbau Dr Anna, agar diterapkan pula pola makan sehat dengan perbanyak sayur dan buah. Selain itu mensukseskan salah satu program pemerintah yakni Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dimulai dengan tiga kegiatan, yakni melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari, engonsumsi buah dan sayur, dan memeriksakan kesehatan secara rutin.

Imbauan ini disampaikan pasalnya penyakit kardiovaskular masih menjadi ancaman dunia (global threat) dan merupakan penyakit yang berperan utama sebagai penyebab kematian di seluruh dunia. WHO juga mendorong setiap negara untuk serius melakukan upaya upaya kesehatan yang berperan dalam mencegah ataupun mengatasi penyakit yang dapat berakibat fatal ini.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani