• News

  • Editor's Note

‘Sonar‘ Berbunyi ‘Prabowo Terima Keputusan MK dan Mau Rekonsiliasi’?

Kerusuhan di depan Gedung Bawaslu pada 22 Mei 2019
Netralnews/ Dok.Istimewa
Kerusuhan di depan Gedung Bawaslu pada 22 Mei 2019

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Istilah “sonar” dalam arti sesungguhnya adalah kependekan dari sound navigation and ranging. Sonar biasa digunakan untuk menyebut suatu sistem piranti yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menemukan benda dan menentukan letaknya di bawah permukaan air.

Dalam tulisan ini, “sonar” dipinjam untuk menyebut istilah adanya informasi sayup-sayup yang disampaikan seseorang setelah orang itu mendengar keterangan dari sumber aslinya. Orang itu adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Sedangkan pesan atau informasi yang sayup-sayup mulai terdengar adalah tentang upaya rekonsiliasi pasca-Pilpres 2019 terutama kubu Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi dengan pihak nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf.

Jusuf Kalla (JK) baru-baru ini menyampaikan kesan dan pesannya bahwa setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menyelesaikan proses persidangan gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU), maka rekonsiliasi akan lebih mudah terealisasi.

"Saya yakin setelah MK memutuskan, apa pun, kedua belah pihak menerimanya. Nah kalau sudah selesai itu, rekonsiliasinya akan lebih mudah. Saya yakin akan terjadi rekonsiliasi," kata Wapres JK di Kantor Wapres Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Ia berani menyampaikan hal itu sebab sebelumnya sudah melakukan pertemuan dengan Capres Prabowo Subianto, tepatnya saat bulan Ramadan lalu. JK menilai Prabowo akan menerima hasil putusan MK terkait gugatan PHPU tersebut.

"Saya yakin akan diterima, Pak Prabowo juga orang realistis," kata JK meyakinkan.

JK juga menyampaikan informasi bahwa dalam pertemuannya dengan Prabowo, mereka berdua sempat membahas tentang kondisi pasca-Pilpres 2019 dan upaya-upaya penyelesaian persoalan bangsa Indonesia, terutama masalah keadilan di bidang ekonomi.

"Sebagai kawan, kita bicara solusi negeri yang akan datang, kita utamakan keadilan ekonomi. Salah satu tujuan Pak Prabowo adalah keadilan ekonomi, jadi kita sama-sama bicara lagi seperti itu, yang lainnya semua sepakat," terang JK.

Sementara itu, proses gugatan sengketa hasil Pilpres 2019 sampai dengan hari ini, pihak Mahkamah Konstitusi (MK) telah selesai meregistrasi permohonan gugatan PHPU yang diajukan tim Prabowo-Sandi di Jakarta, Selasa siang pukul 12.30 WIB.

Perkara tersebut tercatat di Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK) dengan nomor perkara 01/PHPU-PRES/XVII/2019. Sidang pendahuluan perkara PHPU tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat (14/6/2019).

Pesan yang disampaikan Wapres JK semoga benar-benar terjadi dalam arti, apapun hasil sidang gugatan di MK, bisa diterima oleh semua kubu. Kejelasan sikap tersebut penting untuk menekan kekhawatiran dan kecemasan akan berulangnya peristiwa kerusuhan pada 21-22 Mei lalu.

Walaupun Menteri Koordinator Bidang Hukum, Politik, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto sudah mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pencegahan aliran massa ke Jakarta menjelang sidang gugatan Pemilu 2019 di MK, namun publik cenderung wait and see.

"Kita mencoba untuk melakukan suatu pencegahan mengalirnya massa ke Jakarta. Ini dalam rangka pengamanan Jakarta terus-menerus ya," kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta.

Ia juga menegaskan, "Kita ingin agar persidangan MK ini merupakan kesepakatan para kontestan. Kita syukuri dan apresiasi. Harapan semuanya ini konsisten, agar keputusan MK nanti diterima semua pihak."

"Teman-teman kontestan yang ada niat untuk mengerahkan massa janganlah dilakukan, karena proses hukum tengah berjalan. Proses yang sangat elegan, terhormat, bermartabat, ini biarlah berjalan dulu," sambungnya.

Kepastian keamanan pada beberapa hari mendatang, bagaimanapun juga akan sangat berdampak terhadap psikologis sosial semua pihak, baik warga Indonesia maupun warga asing yang memiliki kepentingan langsung dengan Indonesia.

Indonesia damai adalah syarat mutlak untuk memulai kerja yang maksimal di hari-hari pertama usai libur Lebaran. Seperti pesan Presiden Joko Widodo, Lebaran telah usai, saatnya kembali bekerja.

“Selamat siang, Indonesia. Libur Lebaran usai sudah. Saatnya kembali bekerja,” tulis Presiden Jokowi dalam akun twitternya @jokowi yang diunggahnya beberapa saat lalu.

Editor : Taat Ujianto

Apa Reaksi Anda?