• News

  • Editor's Note

Anda Lahir di Bulan Juni, Layak Jadi Presiden Gantikan Jokowi?

Empat Presiden Republik Indonesia lahir di bulan Juni
Netralnews/Dok.Istimewa
Empat Presiden Republik Indonesia lahir di bulan Juni

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Entah hanya kebetulan atau ini memang merupakan salah satu bukti tentang misteri rencana Sang Penguasa Alam Semesta (Tuhan), empat Presiden Republik Indonesia (RI) sama-sama lahir di bulan Juni.

Jumat, 21 Juni 2019 adalah hari ulang tahun Presiden Joko Widodo atau biasa dipanggil Jokowi. Sebagai orang nomor 1 di NKRI, tentu saja beliau menerima banjir ucapan "Selamat Ulang Tahun" baik di media sosial, media online hingga dalam obrolan sehari-hari di masyarakat.

Selain memberi ucapan, rakyat Indonesia juga tak lupa mengirimkan doa khusus bagi presiden mereka agar tetap sehat, dilindungi dari marabahaya dan pengaruh jahat, semakin dikaruniai roh kebijakan sehingga mampu memimpin dengan adil, dan berbagai doa lainnya.

Menengok riwayat Joko Widodo, sebenarnya memang unik. Ia lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 21 Juni 1961. Usai tamat dari Fakultas Kehutanan di Universitas Gajah Mada, ia sempat membuka CV Rakabu yang bergerak di bidang perkayuan.

Ini yang menyebabkan banyak orang menyebut Jokowi sebagai "mantan tukang kayu" yang sukses setelah menceburkan diri dalam dunia politik. Kariernya menanjak sejak terpilih sebagai walikota Surakarta (2005-2012) dan kemudian meluncur menjadi Gubernur DKI Jakarta (2012-2014).

Ia dilantik menjadi Presiden RI pada 20 Oktober 2014 setelah memenangi Pilpres 2014. Putra sulung dari pasangan Noto Mohardjo dan Sujiatmi kemudian berhasil mengemban tugas negara dengan baik, terbukti ia kembali memenangi Pilpres 2019.

Menengok hari lahirnya, ternyata presiden-presiden sebelumnya juga memiliki hari ulang tahun yang sama yakni bulan Juni. Dari tujuh orang yang pernah menjabat presiden, empat di antaranya lahir di bulan Juni. Mereka adalah Ir Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, dan Joko Widodo.

Ir Soekarno adalah presiden pertama Republik Indonesia. Ia lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 6 Juni 1901.  Saat kecil dipanggil Koesno Sosrodihardjo. Kehebatannya dalam berpidato membuatnya terkenal sehingga menjadi tokoh deklarator Proklamasi Kemerdekaan RI.

Ir Soekarno menjadi RI-1 selama rentang waktu 1945-1966. Ia lengser ketika laporan pertanggungjawabannya ditolak Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) dalam sidang umum keempat tahun 1967.

Jabatan presiden kemudian diberikan kepada Soeharto. Pria kelahiran Desa Kemusuk, Argomulyo, Bantul, Yogyakarta pada 8 Juni 1921, sebelum menjadi presiden pernah meniti karier sebagai anggota militer.

Soeharto menggantikan Soekarno setelah melewati masa-masa berdarah pasca peristiwa Gerakan 30 September (G-30-S) tahun 1965. Ia memegang tanpuk kepresidenan dari tahun 1967 hingga 1998.

Sebagian masyarakat Indonesia sempat mengira Presiden yang terkenal selalu tersenyum saat bicara ini akan menjabat presiden seumur hidup. Pasalnya, selama 32 tahun, nyaris dalam setiap pemilu dan sidang MPR, ia selalu memenangi “pertarungan”.

Sayangnya, di penghujung kekuasaaanya terjadi gonjang-ganjing yang tak diduga-duga. Krisis moneter terjadi, gelombang aksi mahasiswa merajalela, kasus-kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terbongkar. Puncaknya, terjadilah kerusuhan Mei 1998.

Tanggal 21 Mei 1998, Soeharto mengundurkan diri sebagai presiden RI dan digantikan wakilnya yakni BJ Habibie. Uniknya, pengganti Soeharto ternyata juga memiliki hari ulang tahun bulan Juni.

BJ Habibie atau lengkapnya Bacharuddin Jusuf Habibie lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. Ia adalah salah satu presiden yang berasal dari luar Jawa.

BJ Habibie menjabat presiden di masa-masa peralihan era diktator Orde Baru menuju era Reformasi. Ia hanya menjabat sebagai presiden selama satu tahun lima bulan. Masa pemerintahannnya relatif pendek.

Melihat keunikan hari lahir empat presiden RI membuat sebagian orang berpikir, apakah memang kodratnya, orang yang lahir di bulan Juni memiliki kharisma sebagai pemimpin? Tampaknya, pemikiran seperti ini sulit dibuktikan.

Namun bila benar atau diyakini, bagi Anda yang sama-sama lahir di bulan Juni, sepertinya perlu mencoba meniti karier di bidang politik. Siapa tahun, di tahun 2024 nanti, bisa menggantikan Presiden Joko Widodo. Tentu harus ikut bertarung dalam Pemilu 2024.

Segenap keluarga besar Netralnews.com akhirnya mengucapkan "Selamat Ulang Tahun ke-58 untuk Bapak Presiden Joko Widodo, semoga senantiasa sehat dan menjadi berkat bagi negeri Indonesia tercinta, amin."

Editor : Taat Ujianto