• News

  • Editor's Note

Lewati Masa Pahit Sejak Peristiwa Kudatuli, Ketangguhan Megawati Teruji

Megawati Soekarnoputri (kiri) bersama dengan putra/putrinya, Prananda Prabowo dan Puan Maharani
foto: antara
Megawati Soekarnoputri (kiri) bersama dengan putra/putrinya, Prananda Prabowo dan Puan Maharani

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Tanggal 8-10 Agustus 2019 mendatang, PDI Perjuangan akan menyelenggarakan Kongres V di Nusa Dua Bali. Banyak pengamat berpendapat  bahwa Megawati Soekarnoputri akan kembali dikukuhkan sebagai ketua umum untuk 5 tahun mendatang.

Konon, dalam kongres tersebut, juga akan memutuskan adanya jabatan ketua harian sebagai pelaksana harian dari tugas-tugas ketua umum.

Menurut Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, seperti dilansir Antara, kongres V diadakan lebih cepat berdasarkan usulan Megawati Soekarnoputri dalam rangka menyikapi situasi politik nasional dan agenda besar politik nasional 5 tahun ke depan.

Oleh karena itu, DPP PDI Perjuangan perlu segera melakukan konsolidasi organisasi dengan menyelenggarakan rapat kerja cabang dan konferensi cabang (rakercab dan konfercab) di tingkat kabupaten/kota hingga tingkat provinsi di seluruh Indonesia.

Dari hasil rapat kerja konfercab dan konferda di seluruh Indonesia, semuanya ternyata mengusulkan agar Megawati Soekarnoputri melanjutkan kepemimpinannya sebagai ketua umum periode 2019 s.d. 2024.

Megawati Soekarnoputri dinilai para kader sebagai sosok pemimpin yang karismatik dan tokoh pemersatu yang hingga saat ini belum tergantikan di PDI Perjuangan.

Rekomendasi tersebut memang pantas diajukan.Bila melihat rekam jejak di masa lalu, perjalanan kepemimpinan Megawati Soekarnoputri di partai politik berlambang kepala banteng tersebut, memang penuh lika-liku dan pernah menghadapi masa-masa yang sangat sulit dan pahit.

Sejak 26 tahun, Megawati terpilih menjadi Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) berdasar kongres luar biasa di Surabaya, Jawa Timur, Desember 1993.

Kepemimpinan Megawati mendapat intervensi pemerintah Orde Baru saat itu. Puncaknya, terjadi peristiwa perebutan Kantor DPP PDI di Menteng, Jakarta pada tanggal 27 Juli 1996, kemudian dikenal dengan nama Kudeta 27 Juli (Kudatuli).

Menjelang Pemilu 1997, Megawati bersama para kadernya mendaftarkan PDI Perjuangan sebagai peserta partai pemilu anggota legislatif. Sejak saat itu sampai kini, Megawati terus dikukuhkan sebagai ketua umum partai tersebut.

Dalam perjalanan waktu, kepemimpinan Megawati, tentu saja usia juga turut bertambah. Megawati yang lahir di Yogyakarta pada bulan Januari 1947, saat ini berusia 72 tahun.

Usulan dari Konfercab dan Konferda PDI Perjuangan di seluruh Indonesia memang sudah pantas dan bisa dipahami. Akan tetapi, Megawati tidak bisa melawan usia. Dalam hal ini, sangat wajar jika Megawati perlu menyiapkan regenerasi kepemimpinan.

Mengenai regenerasi, berkembang rumor di internal PDI Perjuangan bahwa kepemimpinan di PDI Perjuangan akan diturunkan kepada putra dan putri Megawati Soekarnoputri, yakni Pranada Prabowo dan Puan Maharani.

Keduanya sebenarnya sudah disiapkan oleh Megawati sejak lama, terbukti keduanya menempati posisi sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan periode 2015-2020.

Prananda Prabowo adalah Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ekonomi Kreatif, sedangkan Puan Maharani adalah Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Politik dan Keamanan.

Namun, Puan Maharani nonaktif sebagai ketua karena menduduki jabatan sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Puan Maharani juga memiliki pengalaman sebagai anggota DPR RI periode 2009 s.d. 2014.

Menurut Ketua DPP PDI Perjuangan Aria Bima, nama Prananda Prabowo dan Puan Maharani sudah mulai diwacanakan di tingkat pusat untuk regenerasi kepemimpinan Megawati Soekarnoputri.

Sosok Prananda Prabowo dan Puan Maharani, kata dia, juga dapat diterima oleh seluruh kader PDI Perjuangan di seluruh Indonesia karena kedua tidak lepas dari trah Soekarno.

Oleh karena itu, seperti dilansir Antara,  adanya wacana jabatan ketua harian yang sangat strategis akan diputuskan pada Kongres V PDI Perjuangan.

Diharapkan salah satu dari keduanya, Prananda Prabowo atau Puan Maharani, akan menduduki jabatan ketua harian tersebut. Pada saat yang tepat, salah satu dari mereka  akan melanjutkan kepemimpinan di PDI Perjuangan.

Editor : Taat Ujianto