• News

  • Editor's Note

Listrik Padam karena Pohon Tinggi Melebihi Batas, Bukan karena Sabotase?

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo
dok.fakta
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Kasus padamnya aliran listrik di sejumlah kota benar-benar menimbulkan kehebohan khalayak banyak. Pasalnya, kejadian berlangsung tiba-tiba padahal semestinya bisa diantisipasi atau minimal disosialisasikan bila memang harus padam.

Hingga Senin, masih ada sejumlah wilayah yang belum teraliri listrik secara normal.

Pada Minggu sore, Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka mengatakan pemadaman listrik ini terjadi karena gangguan pada sistem transmisi.

"PLN memohon maaf atas pemadaman yang terjadi akibat gangguan yang terjadi pada sisi transmisi Ungaran dan Pemalang 500 kV," ujar Made melalui keterangan tertulis.

"Hal ini mengakibatkan transfer energi dari timur ke barat mengalami kegagalan dan diikuti trip seluruh pembangkit di sisi tengah dan barat Jawa," lanjutnya.

Menanggapi permasalahan tersebut, pihak kepolisian bekerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara ( PLN) menyatakan akan mendalami penyebab pemadaman listrik di hampir seluruh pulau Jawa dan Bali, yang terjadi sejak Minggu (4/8/2019) siang kemarin.

"Tim dari Bareskrim bekerja sama dengan PLN akan mendalami dulu apa faktor penyebabnya," ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, seperti dilansir Kompas, hari Senin (5/8/2019).

Menurutnya, investigasi dilakukan dengan tidak tergesa-gesa demi proses pembuktian secara ilmiah.

Menurut penuturan Brigjen Dedi, terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan pemadaman tersebut, yaitu faktor alam, teknis, hingga unsur kesengajaan.

Dedi mengatakan, semua faktor akan didalami. Kemudian, kata dia, waktu investigasi akan menyesuaikan kondisi di lapangan.

"Sangat tergantung pada tim di lapangan proses pembuktian masih ditelusuri. Dugaan sementara kan ada gangguan di alur sutet Jateng, antara Pemalang dan Semarang. Faktor lain akan didalami semuanya," katanya.

Belum lewat satu hari, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, kembali menyampaikan hasil penyelidikan sementara.

Ia mengatakan bahwa padamnya listrik di hampir seluruh pulau Jawa dan Bali sejak Minggu siang karena adanya pohon yang diduga melebihi batas ketinggian yang semestinya.

"Kerusakan, diduga sementara adanya pohon yang ketinggiannya melebihi batas ROW (right of way) sehingga mengakibatkan flash atau lompatan listrik," ujar Dedi.

Konon, Polda Jawa Tengah telah melakukan pengecekan ke tower transmisi di daerah Gunung Pati, Semarang, Jawa Tengah, sebagai tempat kejadian perkara (TKP).

Menurut Dedi, dari hasil investigasi Polda Jawa Tengah tersebut, dugaan sementara adalah diakibatkan oleh faktor alam dan teknis.

Dengan demikian, padamnya listrik bukan karena faktor kesalahan manusia maupun dugaan adanya unsur sabotase.

Dedi menambahkan, pihak kepolisian tetap menerjunkan tim dari Bareskrim dan PLN untuk memastikan temuan tersebut.

"Tapi hasilnya menunggu investigasi tim pusat (gabungan Bareskrim dan PLN) melakukan pengecekan di lapangan," pungkasnya.

Editor : Taat Ujianto