• News

  • Editor's Note

Heboh Terduga ‘Pelaku‘ Listrik Padam ‘Dihukum Mati‘ dan Warganet Terbahak-bahak

Pohon yang diduga menyebabkan gangguan terhadap sutet Ungaran-Pemalang.
Foto: dok. PLN
Pohon yang diduga menyebabkan gangguan terhadap sutet Ungaran-Pemalang.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Jagad medsos riuh dengan dua berita terbaru sepanjang dua hari terakhir. Pertama soal terduga 'pelaku' pemadaman listrik se-Jawa yakni pohon randu alas, sengon, dan mahoni, serta beredarnya berita hoaks akan ada pemadaman ulang.

Jumlah pohon yang diduga menjadi 'pelaku' atau penyebab kerusakan jaringan sutet setidaknya ada lima pohon. Anehnya, sejumlah pejabat PLN masih menyangsikan  terhadap dugaan tersebut. Hingga kini pihak kepolisian masih melakukan investigasi untuk mendalami kasus tersebut.

Untuk diketahui, sebelum pemadaman listrik se-Jawa konon ada suara ledakan dari Sutet di Gunungpati Semarang yang diduga berimbas pada blackout di Jakarta, Jabar, dan Banten.

Pohon tersebut berdiri sejajar yaitu pohon 1 pohon Randu Alas, 2 pohon Sengon Jawa, dan 2 pohon Mahoni. Saat kejadian ledakan pada hari Minggu lalu suara ledakan diawali dari pohon Randu Alas kemudian 30 menit kemudian diikuti pohon lainnya. Kejadian pertama sekitar pukul 11.20 WIB.

"Jadi ledakan tiap pohon ini, 5 kali. Yang Mahoni ini sampai pecah bagian tiang telepon," kata Ketua RT 01 RW 06 Kelurahan Gunungpati, Kecamatan Gunungpati, Semarang, Supraptyo seperti dilansir dari Detik.com, Selasa (6/8/2019).

Tim Labfor Mabes Polri dan Inafis Polrestabes Semarang yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terlihat mengukur pohon-pohon tersebut dan mencatatnya.

Supraptyo yakin pohon tersebut meski tinggi masih ada jarak dengan kabel Sutet jalur transmisi 500 KV interkoneksi Jawa Bali itu.

"Masih ada jarak, aslinya tidak nempel, mungkin karena kabelnya itu tegangan tinggi ya," ujarnya.

Sementara itu pihak PLN yang mendampingi kepolisian, Ricardo Siregar selaku Manager Unit PLN Semarang, mengatakan peristiwa tersebut bukan kabel Sutet meledak.

Ia belum bisa menyebutkan pasti peristiwa yang terjadi karena investigasi masih dilakukan, namun diduga ada semacam kilatan petir atau percikan yang menyentuh pohon.

"Semacam petir menembus gitu ya. Nah kenapa bisa tembus itu kita cari tahu. Semacam petir yang meloncat. Tapi nanti pastinya nunggu hasil investigasi saja ya,"  ujar Ricardo.

Semua pohon yang menjadi terduga 'pelaku' saat ini sudah ditebang. Terhadap berita tersebut, sejumlah warganet menanggapinya dengan berbagai komentar. Ada yang menulis, bahwa ‘pelaku’nya layak dihukum mati sampai seakar-akarnya, dipenjara seumur hidup, lengkap dengan emoticon tertawa terbahak-bahak.

Tanggapan warganet pantas dicermati mengingat masalah pemadaman listrik memang ada beragam pendapat. Menurut pemantauan Netralnews, salah satu pejabat PLN, yakni Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama PT PLN (Persero) Sripeni Inten Cahyani, menyebutkan bahwa penyebab pemadaman listrik sebenarnya cukup kompleks.

"Enggak, jadi kompleks. Sistem Jawa-Bali itu sangat kompleks, rekan-rekan perlu pahami bahwa sistem Jawa Bali itu sangat kompleks, ada 250 pembangkit, kemudian 5.500 gardu induk, 5.000 km sirkuit transmisi 500 KV dan 7.000 km transmisi 150 KV," kata Sripeni usai pertemuan dengan Komisi VII DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 6 Agustus 2019.

Menurut dia, pemadaman listrik pada Minggu, 4 Agustus 2019 tidak bisa disebabkan hanya satu faktor. Ada kompleksitas sistem yang saling berkaitan dan menjadi penyebab pemadaman massal yang melumpuhkan Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

"Jadi mohon izin, berikan kami waktu untuk melakukan investigasi dan assesment dengan menyeluruh," ujar Sripeni.

Sementara penyebab pemadaman listrik se-Jawa masih diinvestigasi, beredar berita hoaks yang ikut memanaskan suasana.

Berita yang dimaksud adalah pesan berantai lewat aplikasi percakapan yang menyebutkan seluruh Jawa Tengah akan dilakukan pemadaman listrik lagi pada hari ini, Rabu (7/8/2019).

Dalam pesan itu disebutkan, "Besok Rabu 7 Agustus pagi jam 9 sampai jam 16 pemadaman listrik secara menyeluruh wilayah Jateng supaya persiapan tandon air dulu untuk kebutuhan sehari".

Terhadap berita tersebut, PLN Unit Induk Distribusi Jateng dan DIY langsung melakukan klarifikasi lewat akun berbagai media sosial miliknya dan menyebut informasi tersebut salah. Klarifikasi tersebut berbunyi:

"Bersama ini kami sampaikan bahwa sistem kelistrikan di Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta dalam kondisi normal. PLN di Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta terus berupaya memantau dan mengendalikan pasokan listrik di Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta untuk memastikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

Perlu kami sampaikan bahwa issue pemadaman serempak pada tanggal 7 Agustus 2019 pukul 09.00-16.00 yang saat ini beredar di wilayah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta adalah tidak benar, mohon maaf atas ketidaknyamanannya. PLN tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat".

Dari informasi yang diperoleh, rencana pemadaman di Semarang Tengah dalam link yang disertakan merupakan pemeliharaan rutin biasa. Sayangnya, berita itu dipelintir sehingga membuat masyarakat panik pasca adanya blackout Jakarta pada hari Minggu lalu.

Editor : Taat Ujianto