• News

  • Editor's Note

Ramai-Ramai ‘Menghukum‘ Kantong Plastik di Hari Raya Idul Adha

Ilustrasi pembagian daging kurban dengan kantong plastik hitam
foto: antara
Ilustrasi pembagian daging kurban dengan kantong plastik hitam

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah, sejumlah pemerintah daerah menyuarakan agar panitia pemotongan hewan kurban tidak menggunakan kantong plastik untuk mengemas daging kurban.

Imbauan itu dibarengi pula dengan surat edaran resmi. Beberapa di antaranya adalah imbauan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur; Pemkab Bogor, Jawa Barat; dan tentu saja Pemprov DKI Jakarta.

Surat edaran berisi imbauan agar tidak gunakan kantong plastik untuk masyarakat di Lumajang ditandatangani Pj Sekretaris Daerah Lumajang Agus Triyono.

"Kami sudah menyosialisasikan jauh-jauh hari kepada masyarakat terutama panitia Idul Adha dan takmir masjid terkait dengan penggunaan kemasan ramah lingkungan dalam membungkus daging hewan kurban yang dibagikan," kata Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lumajang Yuli Harismawati di Lumajang, Jumat (9/8/2019).

Menurutnya imbauan tersebut merupakan tindak lanjut Peraturan Bupati Lumajang Nomor 56 Tahun 2019 tentang Pengurangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai, sehingga bisa menggunakan kemasan yang ramah lingkungan untuk menggantikan kantong plastik dalam mendistribusikan daging kurban.

"Sebaiknya pembagian daging hewan kurban bisa menggunakan besek bambu, besek pandan, besek kelapa, daun pisang, dan wadah makanan yang dibawa dari rumah penerima daging kurban," tuturnya.

Berdasarkan data DLH Kabupaten Lumajang tercatat jumlah sampah plastik yang masuk tempat pembuangan akhir (TPA) Kabupaten Lumajang sebanyak 8.612 ton per tahun dan sampah yang bisa dipilah sebanyak 1.952 ton per tahun.

"Penggunaan sampah plastik dapat menyebabkan permasalahan lingkungan karena sifatnya sulit terurai secara alami, sehingga perlu dilakukan upaya pengendalian terhadap dampak penggunaan plastik dalam aktivitas masyarakat," katanya menjelaskan.

Hal senada juga disuarakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat melalui surat edaran Wali Kota Bogor bertanggal 7 Agustus 2019. Isi surat edaran itu mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan kantong plastik saat mendistribusikan daging kurban pada Idul Adha 1440 Hijriah.

"Berkaitan dengan program Bogor Tanpa Kantong Plastik, Idul Adha ini kami imbau kepada berbagai pihak terkait dalam proses pemotongan hingga distribusi untuk menggunakan alternatif pembungkus lainnya selain kantong plastik," kata Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim.

Ia menyarankan agar masyarakat menggunakan bahan ramah lingkungan sebagai pembungkus daging kurban. Masyarakat bisa menggunakan besek (amyaman bambu), atau dedaunan sebagai alternatif pembungkus daging kurban.

Imbauan itu, katanya, agar sejalan dengan "Program Bogor Tanpa Kantong Plastik" yang sudah diterapkan Pemkot Bogor sejak Desember 2018 melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) No 61 Tahun 2018 tentang pengurangan kantong plastik di pusat perbelanjaan dan toko ritel modern.

"Sekarang masih dalam proses, seperti kemarin yang kita fokuskan adalah tidak memakai kantong plastik di swalayan, dan sekarang momennya pas maka kita pakai untuk sosialisasi," kata mantan direktur di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

Ia mengatakan, imbauan itu sejalan dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No 47 Tahun 2014, tentang pengelolaan sampah untuk mencegah kerusakan lingkungan.

Sedangkan di Jakarta, imbauan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya pernah menjadi perhatian banyak khalayak umum karena Gubernur Anies juga secara khsus merekomendasikan penggunakan besek.

"Seruan gubernur kepada seluruh masyarakat terkait dengan penyelenggaraan Idul Adha untuk menggunakan pembungkus tidak dari plastik yang sekali pakai," ujar Anies kepada wartawan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Anies meminta para pelaksana ibadah kurban membagikan daging kurban dengan menggunakan bahan yang bisa didaur ulang.

"Menggunakan bahan-bahan yang bisa didaur ulang, macam-macam bahan yang bisa didaur ulang," kata Anies.

Seruan semua kepala pemerintah daerah tersebut memang layak menjadi perhatian publik. Kantong plastik memang menjadi salah satu problem yang dikhawatirkan akan semakin merusak lingkungan.

Bahkan, untuk plastik hitam atau plastik kresek hitam, sebenarnya sangat berbahaya bagi kesehatan manusia bila digunakan untuk mengemas makanan, termasuk daging.

Kantong plastik hitam bukan diperuntukkan untuk mengemas makanan. Plastik itu sebenarnya dibuat terlebih diperuntukkan sebagai tempat sampah atau sebagai tempat membuang kotoran seperti pembalut dan pampers.

Kantong plastik hitam merupakan produk plastik yang paling rendah kualitasnya. Di plastik tersebut terdapat kandungan polivinil klorida atau PVC serta residu timah putih dan bahan kimia berbahaya lainnya.

Jika plastik tersebut digunakan untuk tempat makanan, maka makanan akan rentan tercampur dengan zat-zat kimia berbahaya yang terurai dan menempel pada makanan yang di konsumsi.

Artinya, selain dilarang untuk kemasan daging, plastik hitam memang tidak layak dipakai untuk semua hal yang terkait makanan yang akan dikonsumsi manusia.

Editor : Taat Ujianto