• News

  • Editor's Note

Mahasiswa Mengawasi Titipan Kami di Kantong Safarimu

Pelantikan anggota DPR periode 2019-2024
foto: cnnindonesia
Pelantikan anggota DPR periode 2019-2024

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Kepada media, Wakil Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tandjung, berharap agar anggota DPR yang baru dilantik mampu menyikapi aspirasi masyarakat yang tidak puas terhadap kinerja wakil rakyat pada masa-masa sebelumnya.

"Dari lembaga survei yang saya ikuti, masyarakat tidak puas terhadap kiprah anggota DPR," kata Tandjung usai peletakan batu pertama pembangunan Graha Insan Cita KAHMI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Pangkalpinang, Minggu (6/10/2019).

Ia berharap ketidakpuasan masyarakat terhadap kiprah anggota DPR selama ini diharapkan dapat  menjadi cambuk bagi para anggota DPR yang baru agar bersungguh-sungguh menjalankan tugasnya legislatif, pembuat undang-undang, penetapan anggaran belanja, dan pengawasan.

"Kepuasan masyarakat ini juga harus diawasi dan juga dimana ada penyimpangan-penyimpangan harus diingatkan anggota DPR ini, agar pengawasan dan pengimbangan terjadi dalam kehidupan politik," katanya.

Terkait perlu atau tidak anggota DPR baru dilantik ini untuk melanjutkan RUU KHUP, Pertanahan, Minerba, Tandjung menyatakan tergantung anggota DPR baru.

"Undang-undang pidana, pertanahan, dan minerba ini penting, karena salah satu potensi sumber daya alam kita cukup besar," katanya.

Catatan awal

Kinerja anggota DPR periode 2014-2019 telah berakhir dengan meninggalkan banyak catatan-catatan baik positif maupun negatif. Catatan negatifnya, diantaranya adalah ketidakpuasan terhadap
tidak konsisten atas janji-janji politik yang mereka "jual" sebelumnya.

Buktinya, sejumlah undang-undang gagal dirampungkan dengan memuaskan hati masyarakat. Justru di akhir masa jabatanya melahirkan gonjang-ganjing politik yang menyebabkan gelombang aksi mahasiswa turun ke jalan.

Salah satu sebabnya adalah karena adanya kontroversi Revisi Undang-Undang KPK yang ditelorkan DPR. Gelombang protes merebak di berbagai kota.

Dalam hal ini, rakyat (mahasiswa) memandang keberadaan parlemen dan pemerintah telah memperlemah kekuasaan dan kewenangan KPK. Persepsi yang beredar, para politisi telah bersandiwara yang hanya menguntungkan pihak koruptor.

Singkat cerita, rasa ketidakpercayaan terhadap kinerja DPR periode 2014-2019 hendaknya menjadi pelajaran bagi para wakil rakyat yang baru dilantik.

Rasa tidak percaya masyarakat dengan sendirinya akan semakin menebal dengan kasus-kasus seperti ini.

Harapan baru

“Di kantong safarimu kami titipkan masa depan dan negeri ini dari Sabang sampai Merauke,” demikian lirik lagu “Wakil Rakyat” karya Iwan Fals. Bila titipan itu tidak memuaskan, jangan lupa, mahasiswa akan kembali turun ke jalan, cepat atau lambat.

Bila masih memiliki itikad dan rasa malu serta harga diri, kiranya, peringatan itu penting dicamkan baik-baik.  Dalam hal ini, mengutip pernyataan Ketua DPR yang baru, Puan Maharani, kerja profesional, kerja cerdas, terukur, dan memiliki target-target waktu dan hasil, mutlak diperhatikan.

Patut dicermati juga bagi anggota DPR yang masih minim pengalaman, para artis yang semakin tenar setelah terpilih menjadi anggota DPR untuk belajar banyak. Walau di dalam lubuk hati rakyat, tak sedikit yang meragukan kemampuan sejumlah anggota yang entah mengapa bisa terpilih.

Namun, tidak baik berpikir pesimis. Baik anggota DOR yang baru dilantik maupun segenap rakyat yang diwakilinya, mari rapatkan barisan. Seiring proses berjalan, kritik dan pemantauan, termasuk melalui media, harus terus dilakukan. Harapan baru selalu ada.

Editor : Taat Ujianto