• News

  • Editor's Note

Bersama Polri, Mahfud MD Buktikan Libas Teroris, 71 Orang Sudah Dibekuk

Menkopolhukam Mahfud MD
foto: suara.com
Menkopolhukam Mahfud MD

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Sepertinya, Menkopolhukam Mahfud MD benar-benar tak mau kasih kesempatan terhadap gerakan radikal. Setelah aksi penusukan terhadap Wiranto dan aksi bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan Jalan HM Said, Medan, pada Rabu (13/11/2019), bersama Polri, Mahfud pun segera bertindak.

Hal ini selaras dengan apa yang diucapkannya beberapa waktu lalu bahwa aksi bom bunuh diri tersebut akan menjadi pintu masuk untuk memberantas jaringan teror.

"Saya tadi berdiskusi dengan Mendagri, itu sudah bisa diidentifikasi sebenarnya hal-hal itu, nah ini yang menjadi pintu masuk untuk mengambil jaringannya kayak yang di Jawa Barat," kata Mahfud MD di sela kegiatan Rakornas Forkopimda di SICC, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019).

Kasus teror yang terjadi pada Menkopolhukam periode sebelumnya, Wiranto menurut dia membuka pintu bagi aparat untuk membersihkan kelompok terorisme di Jawa Barat.

"(Kelompok teroris yang menyerang) pak Wiranto itu kan sudah lama tapi gimana cara ngambil, ini kan pelanggaran HAM, kalau sembarang diambil, begitu ada peristiwa, ambil dengan seluruhnya sampai 51 orang," kata dia.

Menurut dia, tindakan radikal dikategorikan dalam tiga klasifikasi, yang pertama menganggap orang lain musuh, kedua pengeboman atau penyerangan, lalu yang ketiga adu wacana tentang ideologi.

"Nah ini sudah masuk yang kedua jihadis namanya," ucapnya.

Menkopolhukam mengajak seluruh pihak untuk memberikan kesempatan pada aparat untuk melakukan upaya penanganan dan tindakan hukum terhadap aksi terorisme tersebut.

"Kepada masyarakat jangan selalu nyinyir, kalau pemerintah bertindak lalu dikatakan melanggar HAM, kalau tidak bertindak dibilang kecolongan, kita sama-sama dewasa menjaga negara ini," ujar Mahfud.

Untuk diketahui, Rabu pagi (13/11/2019) sekitar pukul 08.45 WIB di Polrestabes Medan Jalan HM Said Medan telah terjadi bom bunuh diri yang dilakukan diduga seorang menggunakan atribut ojek daring dan meledak di sekitar kantin Polrestabes Medan.

Gerak cpat Polri mulai membuahkan hasil. Hingga Selasa (19/11/2019), setidaknya sudah ada 71 orang terduga teroris ditangkap. Dari jumlah itu, tiga orang di antaranya meninggal dunia.

"Pasca bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, total penangkapan 71 orang, lanjut penyidikan 68 orang, meninggal dunia 3 orang," kata Kadiv Humas Polri, Irjen M Iqbal di Gedung Tri Brata, Jalan Wijaya II, Jakarta Selatan, Selasa (19/11/2019).

Iqbal mengatakan, penangkapan terbanyak dilakukan di Medan dengan jumlah 30 orang terduga teroris. Sedangkan di Aceh, dua orang yang sempat ditangkap akhirnya dilepaskan karena tak terbukti sebagai teroris.

"Wilayah Pekanbaru total 5 orang, Jabodetabek 3 orang, Banten 5 orang, Jateng 11, Medan ini paling banyak 30 orang, Jawa Barat 11 orang, Kalimantan 1 orang, Aceh tadinya 4 tapi 2 dipulangkan karena tidak terbukti, Jatim 2 orang, Sulsel 1 orang," ungkapnya.

Sebelumnya Polisi baru menetapkan 46 tersangka terorisme pasca-aksi bom bunuh diri di Mapolresta Medan. Para tersangka ditangkap di Sumatera, Jawa dan Kalimantan.

"Sampai hari ini upaya penegakan hukum yang dilakukan Densus 88 dan jajaran Polda sudah mengamankan atau menetapkan tersangka sejumlah 46 orang, seluruhnya ya," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (18/11/2019).

Editor : Taat Ujianto