• News

  • Editor's Note

Heboh Kemkominfo di Pornhub Usai Blokir Situs Porno

Ilustrasi nama Kominfo di situs Pornhub
foto: kabarnews
Ilustrasi nama Kominfo di situs Pornhub

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Beberapa hari terakhir, publik mendadak dihebohkan dengan munculnya akun Kemkominfo di situs Pornhub. Uniknya, status akun ini terverifikasi dengan tanda centang biru.

Kasus tersebut pertama kali menjadi heboh karena diunggaj oleh akun Twitter @sleepyheadbonzo. Akun tersebut mengaku menemukan dan segera mengungkapnya di Twitter. Apa yang ia posting segera menjadi viral.

Akun tersebut mendapat beragam komentar dari Netizen. Akhirnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) pun angkat bicara.

Kominfo membantah memiliki akun di situs pornografi Pornhub, seperti yang banyak beredar di media sosial hari ini.

"Kementerian Komunikasi dan Informatika tidak pernah membuat akun atau konten apa pun pada situs Pornhub.com," kata Pelaksana tugas Kepala Biro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu, melalui keterangan resmi, Kamis (26/12/2019).

Berdasar penelusuran, akun atas nama Kemkominfo di situs Pornhub, dengan keterangan "Akun Pornhub resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia". Akun tersebut memiliki tanda centang biru pertanda sebagai akun yang terverifikasi.

Akun tersebut mengunggah sebuah video berjudul "YouTube Rewind 2019: For The Record", sementara aktivitas di akun tersebut terekam hingga enam bulan ke belakang.

Saat ini belum diketahui siapa yang membuat akun tersebut, berdasarkan identitas yang dimuat di akun tersebut, pemilik akun berjenis kelamin laki-laki dan berusia "2019".

Kementerian berkoordinasi dengan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri untuk mengusut kasus pemalsuan informasi elektronik.

"Kominfo telah mengirimkan surat elektronik kepada pengelola situs Pornhub.com untuk menyampaikan keberatan penggunaan nama kementerian dan logo Kominfo pada situs tersebut."

Situs pornografi Pornhub sudah diblokir pemerintah sejak 2017 lalu karena memuat konten yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia. Hingga November 2019, kementerian sudah memblokir lebih 1,5 juta situs dan akun media sosial yang memuat pornografi.

Editor : Taat Ujianto