• News

  • Editor's Note

Menyingkap Tabir Terselubung Kasus Novel Baswedan di Penghujung 2019

Dua polisi aktif yang jadi tersangka kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan.
foto: indopolitika.com
Dua polisi aktif yang jadi tersangka kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Menjelang tutup tahun 2019, Polri memberikan kado terbaik bagi masyarakat Indonesia. Apa yang sebelumnya menjadi duri dalam daging terkait kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan akan segera terkuak.

Dalam hal ini, Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis, patut diapresiasi. Ketegasannya dalam mengungkap tabir terselubung yang menyelimuti kasus tersebut benar-benar ditunggu rakyat Indonesia.

Untuk diketahui, dua tersangka penyiraman air keras Novel Baswedan dengan inisal RB dan RM sudah diamankan sejak hari Kamis malam (26/12/2019) di Cimanggis, Depok.

Kondisi ini terasa selaras dengan harapan Presiden RI Joko Widodo yang sebelumnya memberikan waktu kepada Kapolri Jenderal Pol Idham Azis saat dilantik untuk menyelesaikan kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan hingga Desember 2019.

Pada 17 Juli 2019, Tim Pencari Fakta (TPF) kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan merekomendasikan Kapolri sebelumnya, Jenderal Pol Tito Karnavian, untuk melakukan pendalaman terhadap keberadaan tiga orang yang diduga terkait kasus tersebut dengan membentuk tim teknis dengan kemampuan spesifik.

Lalu pada 19 Juli 2019, Presiden memberikan waktu 3 bulan kepada Tito untuk menyelesaikan kasus tersebut. Namun hingga jabatan Tito berakhir, "dalang" maupun pelaku dalam kasus tersebut belum terungkap.

Baru ketika jabatan Kapolri diganti oleh Jenderal Polisi Idham Azis, tanda-tanda mendekati penuntasan kasus mulai  terlihat.

Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai sudah bagus jika saat ini kepolisian sudah menahan tersangka penyiraman air keras ke Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

"Tersangkanya sudah ditahan oleh polisi dua orang. Sudah bagus. Kita serahkan ke Polisi, Kejaksaan, kemudian hakim," kata Mahfud saat menghadiri peringatan Haul Gus Dur ke-10 di Ciganjur, Jagakarsa Jakarta Selatan, Sabtu malam (28/12/2019).

Mahfud meminta masyarakat mempercayakan proses berikutnya kepada Pengadilan. Ia yakin, Pengadilan akan membuka semua tabir terselubung yang menganjal dalam penanganan kasus ini.

"Kan pengadilan akan membuka semua tabir yang terselubung dari seluruh kasus itu. Kalau memang ada yang masih terselubung nanti akan terbuka di pengadilan," ujar Mahfud.

Kita berharap agar pengungkapan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan memang benar-benar bisa bisa tutup buku terhadap kasus ini dan tidak berhanti menjadi duri dalam daging di tengah proses penegakan hukum di Indonesia.

Editor : Taat Ujianto