• News

  • Editor's Note

Dinilai Kalahkan Anies Tangani Banjir, Bagaimana Kabar Ahok di Pertamina?

Anies Baswedan dan Basuki  Tjahaja Purnama (Ahok)
foto: duta.co
Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Hasil Survei Indo Barometer baru-bari ini menyebutkan bahwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat masih menjadi gubernur DKI Jakarta dinyatakan sebagai gubernur yang paling berhasil menangani banjir.

Ia mengalahkan Joko Widodo maupun Anies Baswedan. Dalam hal ini, peneliti tata kota Universitas Trisakti, Nirwono Joga, keberhasilan Ahok sebenarnya tak lepas dari program yang dirancang bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ahok meneruskan program tersebut setelah Jokowi jadi Presiden RI.

 "Dalam hal penanganan banjir sebenarnya saat Pak Jokowi (menjabat gubernur DKI, red) sudah mulai melakukan penanganan banjir dengan baik, salah satu keberhasilannya atau revitalisasi Waduk Pluit dan Waduk Ria-Rio, serta sosialisasi dan rencana penataan bantaran kali dan relokasi warganya," ucap Nirwono seperti dilansir detikcom, Minggu (16/2/2020) malam.

Menurut Nirwono, Ahok memiliki nilai tambah karena sikap tegasnya. Dia mampu melakukan penataan beberapa titik kali Ciliwung.

"Kemudian dilanjutkan oleh Pak Ahok, dan harus diakui keberanian dan ketegasan Pak Ahok lah yang membuat penataan Kali Ciliwung di Kampung Pulo dapat terwujud setelah sekian Gubernur DKI tidak pernah berasil menatanya, serta pembongkaran bangunan di atas saluran air juga banyak dilakukan, dan pembebasan lahan untuk pembangunan waduk-waduk baru juga dilakukan," ucap Nirwono.

Namun, lanjut Nirwono, Anies Baswedan tak meneruskan program dua pemimpin DKI sebelumnya. Dari pengamatannya, tak banyak yang dilakukan Anies untuk mengatasi banjir.

"Upaya yang telah dirintis Pak Jokowi dan kemudian dilanjutkan Pak Ahok dengan lebih giat lagi dalam menangani banjir, sayangnya tidak dilanjutkan oleh Pak Anies. Praktis dalam 2 tahun terakhir tidak banyak yang dilakukan," ucap Nirwono.

Menurut Nirwono, seharusnya ada beberapa hal yang dilakukan oleh Anies selama dua tahun masa jabatnya. Sehingga, bagi Nirwono, Anies terkesan tidak menangani banjir dengan baik.

"Seperti tidak ada kejelasan kelanjutan program normalisasi Kali Ciliwung, Pesanggrahan, Angke, dan Sunter yang sudah dimulai sejak era Fauzi Bowo yang direncanakan selesai 2022. Banjir awal Januari dan Februari lalu membuktikan tidak ada upaya serius Pak Anies dalam mengantisipasi dan menangani banjir," ucap Nirwono.

Untuk diketahui, survei Indo Barometer menggunakan metode multistage random sampling dengan 1200 responden pada 9-15 Januari 2020. Adapun teknik pengumpulan data berupa wawancara tatap muka menggunakan kuesioner dengan margin of error sebesar 2,83 persen.

Salah satu hasil survei Indo Barometer soal permasalahan Jakarta di antaranya menyebutkan bahwa Gubernur Jakarta paling berhasil mengatasi masalah banjir meliputi: Basuki Tjahaja Purnama (42%), Joko Widodo (25%), Anies Baswedan (4,1%).

Kabar Ahok di Pertamina

Sejak menjadi Komisaris Utama PT Pertamina, bagaimana kabar Ahok? Baru-baru ini, ia mengajak masyarakat untuk turut mengawasi impor minyak dan pengadaan lainnya yang dilakukan oleh Pertamina.

Dalam tulisan Ahok pada akun Twitter resminya, Kamis (13/2/2020), ia menuliskan bahwa akses informasi operasional PT Pertamina (Persero) termasuk status kapal yang disewa sudah dapat diakses melalui website resmi perseroan.

Ahok juga mencantumkan alamat portal yang digunakan untuk mengakses data pengadaan Pertamina secara terbuka.

Pada awal tahun 2020 Pertamina mengatakan akan semakin membuka diri terhadap segala informasi terkait pengadaan, di antaranya pengadaan minyak mentah dan produk hingga pengadaan kapal yang informasinya dapat diakses di website Pertamina: www.pertamina.com.

Sementara itu, mendukung postingan Ahok, VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan proses pengadaan di Pertamina seperti minyak mentah, produk dan kapal selama ini sudah dilakukan secara terbuka karena merupakan persyaratan untuk proses pengadaan.

Kegiatan pengadaannya sendiri, kata dia, dilakukan langsung oleh fungsi internal Pertamina, yaitu Integrated Supply Chain dan Procurement Excellence Center.

“Transparansi tersebut kini semakin meningkat dengan adanya informasi mengenai kapal-kapal yang telah disewa, lalu informasi mengenai jumlah dan sumber impor minyak mentah dan produk BBM yang pernah dilakukan, jumlah kuota BBM subsidi dan BBM penugasan beserta realisasi kuota per kota/kabupaten setiap bulannya,” kata Fajriyah.

Ia menambahkan apabila masyarakat ingin mengetahui lebih lanjut mengenai pengadaan dan informasi-informasi lainnya, maka dapat menghubungi Pertamina Call Center 135.

Selain itu Pertamina terbuka menerima masukan dari berbagai pihak dan berharap masyarakat dapat ikut mengawasi pengelolaan migas, agar sebagai BUMN Pertamina dapat menjalankan tugasnya mengelola dan melayani penyediaan energi kepada masyarakat secara akuntabel dan transparan.

“Dengan segala upaya transparansi ini, Pertamina berharap semakin meningkatkan kepercayaan dan dukungan publik terhadap Pertamina sehingga pelayanan optimal Pertamina dapat terus dirasakan oleh masyarakat di Indonesia,” katanya.

Editor : Taat Ujianto