• News

  • Editor's Note

‘Perang Ganda’ di Papua, TNI-Polri Gebuk KKB, Satu Lagi Musuh Datang

Aparat TNI mengevakuasi warga Papua di Tembagapura akibat diteror KKB
Dok Humas Polda Papua
Aparat TNI mengevakuasi warga Papua di Tembagapura akibat diteror KKB

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Selain berhadapan dengan musuh tak terlihat yakni wabah virus corona, kewibawaan Pemerintah Indonesia juga dibayang-bayangi oleh teror yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.

Diperlukan fokus, perhatian, dan energi yang sama-sama besar untuk menghadapi ‘Perang Ganda’ di Papua, yakni rongrongan KKB dan virus corona. Meski yang satu menyerang tanpa senjata namun antara COVID-19 dan KKB, sama-sama memematikan.

Markas KKB diserbu

Kepala Kepolisian Resor Mimika AKBP I Gusti Gede Era Adhinata mengatakan bahwa penegakan hukum terhadap KKB yang melakukan teror penembakan baru bisa dilakukan efektif setelah seluruh warga empat kampung sekitar Tembagapura, yaitu Kimbeli, Banti 1, Banti 2, dan Opitawak dievakuasi ke Timika lebih dari sepekan lalu.

Awalnya, aparat fokus menguasai Kampung Utikini, lokasi penembakan.

Pada tanggal 13 Maret, kata AKBP Era Adhinata, aparat gabungan TNI/Polri berusaha menyeberang ke lokasi persembunyian KKB, tepatnya di Bukit Sangker.

Pada saat itu, lanjut dia, terjadi kontak senjata pertama kali. Dua hari kemudian terjadi lagi kontak senjata. Aparat mengamankan beberapa pucuk senjata di sana dan menembak mati empat anggota KKB.

Berdasarkan hasil penyelidikan oleh pihak kepolisian disebutkan bahwa senjata milik KKB yang ditemukan di lokasi kontak tembak, daerah Wini, diketahui merupakan senjata hasil rampasan dari Polsek Pirime pada tahun 2012.

Berikutnya, satu senjata hasil rampasan dari Polsek Kuririk di akhir 2015. Satu lagi senjata api jenis Thomson milik KKB yang diamankan hingga kini masih diselidiki lantaran tidak diketahui nomor serinya.

Adapun jenazah empat anggota KKB yang tertembak saat kontak senjata pada tanggal 15 Maret itu sudah dibakar oleh kelompoknya.

Kapolres mengatakan bahwa pihaknya mengetahui nama-nama empat orang itu dari media sosial milik KKB. Mereka sudah memberikan pernyataan yang membenarkan meninggalnya empat orang tersebut dan dua orang lainnya luka-luka lengkap dengan pangkat-pangkatnya.

"Bahkan, jenazah berjenis kelamin perempuan itu pangkatnya letnan kolonel," kata AKBP Era Adhinata.

Upaya yang dilakukan oleh aparat TNI dan Polri itu, kata Kapolres, murni dalam rangka penegakan hukum lantaran kelompok tersebut merupakan pelaku utama yang menembaki mobil patroli Polsek Tembagapura.

KKB terus dikejar

Aparat gabungan TNI dan Polri di Kabupaten Mimika, Papua, hingga kini masih terus mengejar pergerakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang akan memasuki wilayah Distrik Tembagapura dari kawasan Distrik Jila.

Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gede Era Adhinata di Timika, Rabu, mengatakan aparat telah mendeteksi keberadaan dan posisi KKB yang sedang bergerak dari wilayah Jila menuju Tembagapura.

Namun untuk menindak kelompok sipil bersenjata itu, aparat terkendala armada transportasi pesawat terbang.

"Kami sudah mengetahui ada kelompok lain yang ingin masuk ke Tembagapura melalui Jila. Kami sudah mengetahui dimana keberadaan mereka," kata AKBP Era Adhinata.

Polres Mimika telah meminta bantuan tambahan personel guna melakukan penyekatan di beberapa titik agar kelompok bersenjata itu tidak masuk ke kawasan Tembagapura untuk bergabung dengan kelompok bersenjata lainnya yang kini sudah memasuki sejumlah perkampungan sekitar Tembagapura, seperti Banti dan Opitawak.

Wabah corona

Virus corona suda menjalar di sejumlah daerah di Papua maupun  Papua Barat. Satuan Tugas Coronavirus disease 2019 (COVID-19) Provinsi Papua Barat menyatakan saat ini terdapat dua pasien di wilayah Sorong dalam pengawasan.

Dr Nurmawati, tim Satgas COVID-19 Papua Barat di jumpa pers di Manokwari, Rabu (18/3/2020), mengutarakan sejak pandemi ini menyebar dari Wuhan, Tiongkok, ke sejumlah negara di dunia, di Papua Barat sudah ada tiga pasien dalam pengawasan (PDP). Seluruhnya berada di Sorong.

"Dari tiga PDP itu, sesuai hasil uji laboratorium satu menujukkan hasil negatif. Ia adalah warga negara China yang melakukan perjalanan wisata ke Raja Ampat," kata dia.

Sedangkan, dua pasien yang lain hasilnya belum diketahui hasilnya. Contoh spesimen dari dua pasien tersebut sudah dikirim untuk uji laboratorium.

Untuk orang dalam pemantauan (ODP),kata Nurmawati, secara keseluruhan di Papua Barat sejauh ini sudah ada 38 orang. Sebanyak 27 berada di Manokwari, sembilan di wilayah Sorong dan dua di Teluk Wondama.

"Daerah lain belum melaporkan data ke kami," katanya seraya menjelaskan bahwa ODP ada orang atau masyarakat memiliki riwayat perjalanan di daerah terjangkit dan saat tiba memiliki gejala batu dan flu ringan.

Untuk Manokwari, dari 27 ODP tersebut 26 diantaranya telah selesai dari pemantauan selama 14 hari dan tidak ditemukan gejala Covid-19. Saat tersisa satu orang dalam pemantauan.

Sedangkan untuk sembilan ODP di Sorong dan dua ODP di Kabupaten Teluk Wondama, mereka masih menjalani karantina mandiri selama 14 hari sejak Selasa (17/3).

Pada Jumpa pers yang juga di hadiri Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, Kadis Kesehatan Otto Parorongan, Kadis Kominfo Frans P Instia dan Juru Bicara Satgas Covid-19 itu Nurmawati, berharap masyarakat yang selesai melakukan perjalanan melapor agar bisa lakukan identivikasi.*

Pencegahan

Untuk tindakan pencegahan, Pemerintah kota Sorong, Provinsi Papua Barat akhirnya menghentikan seluruh aktivitas di kantor selama 14 hari sejak 18 Maret hingga 2 April 2020 sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona.

Wali Kota Lambert Jitmau di Sorong, Rabu, mengatakan bahwa pihaknya telah menghentikan seluruh aktivitas ASN di kantor dan bekerja dari rumah namun tidak keluar daerah.

Dia mengatakan bahwa instruksi ASN bekerja di rumah tersebut merupakan kebijakan pemerintah daerah sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona di kota Sorong yang hingga saat ini belum ada temuan.

Menurut dia, khusus pegawai dan tenaga medis yang bekerja di Puskesmas dan Rumah Sakit tetap beraktivitas seperti biasa tidak libur tetap melakukan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

"Saya sudah sampaikan kepada semua ASN agar untuk sementara waktu hentikan semua perjalanan dinas ke luar maupun dalam daerah Papua," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa pemerintah daerah juga telah meliburkan seluruh sekolah mulai dari Paud hingga tingkat SMP terkecuali siswa yang mengikuti ujian sekolah.

Menurutnya, kebijakan ini bukan hanya di kota Sorong saja, tetapi secara nasional sesuai instruksi Presiden.

"Kebijakan ini guna kebaikan bersama dan upaya pemerintah daerah untuk pencegahan penyebaran virus Corona yang saat ini menyebar luas Indonesia," tambah dia.

Editor : Taat Ujianto