• News

  • Editor's Note

Pilkada Serentak: Momentum Tampilkan Cara-Cara Baru Berdemokrasi

Ilustrasi Pilkada
Riaumandiri
Ilustrasi Pilkada

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Presiden Joko Widodo mengatakan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah serentak 2020 di tengah pandemi Covid-19 menjadi momentum untuk menampilkan cara-cara baru dalam berdemokrasi.

Hal tersebut dia sampaikan dalam arahannya pada Rapat Terbatas Persiapan Pelaksanaan Pilkada Serentak, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2020), sebagaimana disaksikan secara virtual.

"Tentu saja ini menjadi momentum yang baru untuk menampilkan cara-cara berpilkada dengan cara baru, inovasi baik dalam berdemokrasi pada masa pandemi dari sisi penyelenggara dan sisi peserta," kata dia, di Jakarta, Senin.

Ia menyampaikan pelaksanaan Pilkada serentak 2020 ditengah pandemi diharapkan tetap berjalan demokratis, luber, jurdil dan tetap aman Covid-19.

Ia menekankan Pilkada harus semakin berkualitas dan juga aman dari sisi aspek kesehatan dan keselamatan baik petugas, peserta maupun pemilih.

"Penerapan protokol kesehatan harus betul-betul menjadi sebuah kebiasaan baru dalam setiap tahapan di pilkada sehingga tidak nantinya menimbulkan klaster baru atau gelombang baru dari COVID-19 yang kontraproduktif," katanya.

Pilkada serentak 2020 dihelat pada 9 Desember 2020 dan mencakup 270 daerah.

Situasi Pandemi

"Ada dua hal yang menjadi tekanan utama bahwa Pilkada 2020 ini harus semakin berkualitas dan juga aman COVID-19 sehingga aspek kesehatan, aspek keselamatan petugas, peserta dan tentu saja pemilih harus menjadi prioritas," ujar Presiden menambahkan.

Presiden memerintahkan agar penerapan protokol kesehatan harus betul-betul menjadi sebuah kebiasaan baru dalam setiap tahapan di pilkada.

"Agar nanti tidak menimbulkan klaster baru atau gelombang baru dari COVID-19 yang kontraproduktif," ungkap Presiden.

Berkaca dari negara lain yang juga menyelenggarakan pemilu lokal maupun pemilu nasional pada saat pandemik COVID-19 seperti di Singapura, Jerman, Prancis, Korea Selatan, Presiden Jokowi menyatakan hal yang terpenting adalah agar dapat meyakinkan pemilih bahwa KPU dan pemerintah sangat memperhatikan kesehatan dan keselamatan masyarakat.

"Sehingga dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat akan memberikan rasa aman yang kita harapkan tingkat partisipasi pemilih tetap pada kondisi yang baik," tutur Presiden.

Presiden pun berharap agar penyelenggara maupun peserta pilkada dapat membuat inovasi dalam berbagai tahapan pilkada untuk beradaptasi terhadap pandemik.

Rapat paripurna DPR telah mengesahkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota pada 14 Juli 2020.

Perppu tersebut dikeluarkan untuk menunda pelaksanaan pilkada serentak di 270 daerah yang semula direncanakan 23 September menjadi 9 Desember. Hal itu disebabkan adanya ancaman bencana nonalam pandemik COVID-19.

KPU nantinya akan membuat aturan teknis mengenai tata cara teknis pelaksanaan protokol kesehatan dalam Pilkada 2020 melalui peraturan KPU yang akan diterbitkan dalam waktu dekat.

Untuk jadwal, KPU mulai melanjutkan tahapan penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2020 pada 15 Juni 2020 yaitu pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di 270 daerah yang menggelar Pilkada 2020.

Tahapan kampanye akan dimulai pada 26 September hingga 5 Desember 2020 atau sebanyak 71 hari. KPU membagi masa kampanye calon kepala daerah ini dengan tiga fase. Masa tenang dan pembersihan alat peraga sendiri akan dilakukan pada 6-8 Desember 2019.

Kesiapan Anggaran

Presiden Joko Widodo memastikan kesiapan anggaran Pilkada Serentak yang akan diselenggarakan pada 9 Desember 2020 agar pelaksanaannya dapat berjalan lancar namun tetap aman dari COVID-19.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menggelar Rapat Terbatas dengan Persiapan Pelaksanaan Pilkada Serentak di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (5/8/2020), mengatakan laporan terkait kesiapan Pilkada Serentak telah diterimanya.

"Saya sudah mendapatkan laporan dari Menteri Dalam Negeri mengenai kesiapan anggaran," kata Presiden Jokowi.

Hal itu menurut dia penting untuk dipastikan mengingat Pilkada Serentak kali ini digelar di tengah situasi yang berbeda yakni pandemik COVID-19 yang harus disertai dengan protokol kesehatan yang ketat.

Presiden Jokowi juga sekaligus meminta laporan untuk mengantisipasi keamanan dan kerawanan dalam pilkada ini.

“Ini menyangkut kurang lebih 270 pilkada baik pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota,” tutur Presiden.

Editor : Taat Ujianto