• News

  • Ekonomi Makro

Efisiensi Teknologi Baja Bergelombang Hingga 70%

Ilustrasi Pembangunan Jembatan (kbr.id)
Ilustrasi Pembangunan Jembatan (kbr.id)

BANDUNG, NETRALNEWS.COM - Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) klaim efisiensi anggaran jembatan layang teknologi baja bergelombang capai 60-70% dibanding teknologi struktur beton bertulang.

"Tingkat efisiensinya dari sisi biaya mencapai 60-70% dibanding teknologi beton bertulang," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kempupera, Arie Setiadi Moerwanto, dalam publikasinya, Sabtu (11/6/2016).

Ia menjelaskan, dari sisi biaya lebih efisien sekitar 60-70% maka untuk membuat satu buah jembatan layang dengan struktur baja bergelombang hanya memerlukan Rp35 miliar. Padahal, jika menggunakan teknologi struktur beton bertulang Rp100 miliar.

Selain itu, keunggulan lain adalah dari sisi waktu pekerjaan konstruksi yang hanya perlu enam bulan saja, sedangkan beton bertulang perlu sampai 12 bulan.

Ia juga mengatakan pembangunan jembatan layang Antapani merupakan yang pertama menggunakan teknologi struktur baja bergelombang dengan bentang 22 meter yang dibangun di Indonesia.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Balitbang Kementerian PUPR Herry Vaza pada kesempatan yang sama menjelaskan kekuatan jembatan layang dengan struktur baja bergelombang tidak perlu diragukan.

Hal itu karena Pusjatan telah melakukan pengujian dan penghitungan yang cermat mengenai kekuatan jembatan.

Pembangunan Jembatan layang Antapani merupakan proyek kerja sama antara Pusjatan Balitbang Kementerian PUPR, Pemerintah Kota Bandung, dan Posco Steel Korea.

Dari total anggaran Rp33,5 miliar yang dibutuhkan untuk pembangunan, komposisinya Rp21,5 miliar berasal dari anggaran Pusjatan, Rp10 miliar dari Pemerintah Kota Bandung, Rp2 miliar dari Posco Steel Korea dalam bentuk komponen material.

Secara teknis jembatan tersebut disebut bertipe struktur Corrugated atau Armco dengan jumlah bentang jembatan tiga yaitu 11 meter x 2 dan 22 meter.

Panjang bentang jembatan 44 meter, tinggi 5,1 meter, lebar sembilan meter dengsn dua lajur dua arah. Lebar lalu lintas 6,5 meter dan bahu 0,75 m x 2 = 5 meter dan waktu konstruksi enam bulan.

Reporter : Vito Adhityahadi
Editor : Firman Qusnulyakin