• News

  • Ekonomi Makro

Anak Muda Belum Mau Investasi, Ini Lima Alasan yang Aneh

Ilustrasi Investasi
Finansialku
Ilustrasi Investasi

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ada sejumlah alasan yang kerap dikatakan oleh generasi muda saat ini atau karyawan di zaman milenial hingga belum memulai investasi untuk masa depan.

Finansialku merangkum sedikitnya lima alasan (yang salah dan aneh) hingga membuat anak muda belum mulia berinvestasi:

#1 Modal Besar

Kata investasi itu sering diibaratkan dengan orang kaya dan butuh modal besar.

Bahkan sering mendengar orang berkata, gaji saya kan masih kecil.

“Ngapain invest-invest, ga ngefek. Salah-salah malah rugi.”

Justru karena gaji masih kecil maka Anda harus menambah penghasilan Anda. Investasi adalah satu dari tiga jenis cara menambah penghasilan.

Investasi itu dapat dimulai dari modal Rp100.000 (untuk paper assets) dan Rp5.000 (tabungan emas).

 #2 Risiko Tinggi

Banyak orang-orang pemula yang berpikir investasi itu risikonya tinggi. Apakah demikian?

Ternyata tidak selalu, karena Anda terjebak antara RISIKO dan BERISIKO.

Gini, semua produk investasi itu memiliki risiko dan risiko itu tidak dapat dihilangkan. Bahkan jika Anda tidak berinvestasi itu artinya Anda memiliki risiko tinggi. Berita baiknya risiko itu dapat dikelola (dengan cara manajemen risiko).

Barangnya memiliki risiko, tetapi bagaimana dengan orangnya? Apakah orangnya mampu mengendalikan produk investasinya? Apakah orangnya berisiko?

#3 Pasti Rugi — Uang Hilang

Ada orang yang bilang investasi itu pasti rugi dan uangnya pasti hilang.

Kenyataannya tidak seperti itu, malah sebaliknya!

Jika Anda mendiamkan uang Anda, maka uang Anda akan berkurang nilainya (gara-gara inflasi).

Coba bayangkan jika Anda saat ini memiliki uang Rp10.000 di tangan Anda, berapa banyak tempe goreng yang bisa Anda beli?

Uh tentunya enak bukan, bisa beli 8 atau 10 tempe goreng yang hangat.

Coba bayangkan sekarang adalah 5 tahun dari sekarang dan Anda memiliki uang Rp10.000 di tangan. Kira-kira berapa tempe goreng yang bisa Anda beli?

Yah paling dapatnya 4 atau 5 tempe goreng.

Nah itulah yang namanya nilai uang Anda berkurang, tanpa Anda sadari.

#4 Ada Banyak Biaya Tambahan

Investasi itu ribet karena banyak biaya tambahan, ini dan itu. Sebenarnya tidak semua produk investasi memiliki biaya tambahan.

Memang harus diakui beberapa produk investasi mengenakan biaya administrasi, biaya platform, biaya data, fee beli, fee jual, pajak dan lain sebagainya.

Namun ada juga kok produk investasi yang tidak mengenakan biaya-biaya seperti itu, misalnya reksa dana. Intinya biaya tambahan bukan alasan untuk Anda tidak berinvestasi.

#5 Uang Dikunci dan Tidak Bisa Diambil

Apakah setiap investasi pasti kunci atau nge-lock uang saya?

Jawabannya tidak kok, ada banyak investasi yang dapat Anda cairkan dalam waktu dekat.

Biasanya produk-produk investasi berjenis paper asset atau portfolio assets yang mampu dicairkan dalam waktu dekat.

Contoh:

Reksa dana dapat dicairkan satu hari setelah Anda beli.

Saham dapat diperjual – belikan dalam satuan menit.

Anda perlu pandai-pandai memilih produk investasi, agar tujuan keuangan Anda dapat terwujud.

Namun dengan mempertimbangkan banyaknya jumlah masyarakat yang ada di lahan tersebut dan dampak sosial yang akan terjadi, maka penyelesainnya dengan cara mediasi dengan kedua belah pihak.

Reporter : Pramirvan Datu Aprilatu
Editor : Firman Qusnulyakin