• News

  • Ekonomi Makro

Pendapatan Prodia Capai Rp712,59 Miliar di Semester I 2018

Ilustrasi Prodia
Metro Sulawesi
Ilustrasi Prodia

JAKARTA, NNC – PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) catatkan pendapatan bersih Rp712,59 miliar pada semester I 2018, meningkat 5,9 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp672,61 miliar. Perseroan juga berhasil mencetak laba bersih Rp60,86 miliar dan peningkatan EBITDA sebesar Rp96,70 miliar.    

Direktur Keuangan Prodia, Liana Kuswandi menjelaskan, peningkatan pendapatan bersih perseroan ditopang oleh peningkatan pendapatan dari masing-masing segmen pelanggan yang terdiri dari pelanggan individu, referensi dokter, referensi pihak ketiga dan klien korporasi. 

Ia menjelaskan, segmen pelanggan individu dan rujukan dokter berkontribusi masing-masing sekitar 34,8 persen dan 32,1 persen kepada pendapatan PRDA. "Sedangkan, kontribusi segmen referensi pihak ketiga dan klien korporasi sekitar 19,7 persen dan 13,4 persen terhadap pendapatan Perseroan," kata Liana di Jakarta, Senin (30/7/2018). 

Sementara itu, total aset perseroan pada semester I 2018 capai Rp1,803triliun, yang terdiri dari aset lancar  Rp1,128 triliun dan aset tidak lancar Rp674,48 miliar. Total liabilitasnya turun signifikan 22,54 persen menjadi Rp375,77 miliar dibandingkan dengan akhir 2017 yang sebesar Rp485,11 miliar. 

"Total liabilitas jangka pendek turun menjadi Rp131,032 miliar dari Rp147,11 miliar pada tahun sebelumnya. Total liabilitas jangka panjang Rp244,74 miliar turun 27,58 persen dari Rp337,99 miliar pada tahun 2017," paparnya. 

Total Ekuitas perseroan tercatat naik menjadi Rp1,427 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,363 triliun.

Dari sisi arus kas, Liana menjelaskan, perseroan berhasil mempertahankan arus kas bersih dari aktivitas operasi per 30 Juni 2018 dalam posisi surplus menjadi sebesar Rp88,35 miliar, naik 107,49 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp42,58 miliar. 

Selain itu, menurut Liana, perseroan terus berupaya untuk meningkatkan efisiensi dari kegiatan operasional. “Kami terus berupaya meningkatkan efisiensi dari kegiatan operasional internal secara berkelanjutan. Kami harap dapat mempertahankan kinerja yang baik sehingga kami tetap dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan kepada seluruh pemangku kepentingan khususnya bagi pemegang saham,” tuturnya.

Per 30 Juni 2018, Perseroan telah menggunakan dana hasil penawaran umum sebesar Rp334,37 miliar dari total dana hasil bersih penawaran umum senilai kurang lebih Rp1,148 triliun.

Dari total dana hasil IPO yang telah digunakan per 30 Juni 2018, sebesar Rp202,08 miliar digunakan untuk pengembangan jejaring outlet, Rp52,29 miliar untuk peningkatan kemampuan dan kualitas layanan, dan Rp80 miliar untuk modal kerja. 

Hingga semester I 2018, Next Generation Healthcare Provider dengan jejaring layanan pemeriksaan kesehatan terbesar di Indonesia inijuga semakin memperluas jejaring layanannya ke Sorong, Bogor, Jember, dan Sukabumi.

Saat ini, Perseroan telah memiliki 288 outlet di 33 provinsi dan 121 kota yang diantaranya terdiri dari 142 laboratorium klinik yang 25 diantaranya memiliki ijin klinik dengan layanan wellness (Prodia Health Care), 7 specialty clinic, dan 11 hospital lab

Reporter : Irawan Hadi Prayitno
Editor : Firman Qusnulyakin