• News

  • Ekonomi Makro

Kemenhub Ungkap Misteri ‘Kapal Hantu‘ yang Ditemukan di Myanmar

Kapal yang tercatat berbendera Indonesia, terdampar di Myanmar. Kapal itu tanpa kru maupun muatan.
Daily Sun
Kapal yang tercatat berbendera Indonesia, terdampar di Myanmar. Kapal itu tanpa kru maupun muatan.

JAKARTA, NNC - Otoritas pelayaran Myanmar belum lama ini menemukan kapal berbendera Indonesia yang terombang-ambing tanpa awak di Teluk Martaban, Yangon, Myanmar. Munculnya kapal dalam kondisi kosong dan tidak berawak itu, memunculkan misteri "kapal hantu".

Namun, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan memastikan, kapal tersebut bernama KM Sam Ratulangi PB 1600 dan telah dijual ke perusahaan pelayaran di Singapura.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Dwi Budi Sutrisno mengatakan sejarah kepemilikan Kapal tersebut cukup panjang.

Diakuinya dulunya Kapal tersebut milik PT Djakarta Lloyd (Persero) lalu dijual melalui mekanisme pelelangan ke PT Mandara Putra Bajatama pada bulan Mei 2018.

Selanjutnya PT. Mandara Putra Bajatama menjualnya kepada perusahaan pelayaran Singapura, Smit Salvage Company.

“Kita telah mendapatkan laporan bahwa Smit Salvage Company telah mengakui kepemilikan kapal tersebut dan rencananya kapal tersebut akan dibawa ke Bangladesh untuk ditutuh (scrap),” tutur Dwi.

Namun di tengah perjalanan  kapal yang dibuat tahun 1998 yang ditarik oleh kapal tunda menuju ke Bangladesh untuk discrap tiba-tiba cuaca buruk sehingga kapal tersebut lepas dan terombang-ambing hingga terdampar yang pada akhirnya ditemukan oleh otoritas pelayaran Myanmar.

PT Djakarta Lloyd kata Dwi, menjual dalam kondisi rusak berat dan non produktif dengan persetujuan Kementerian BUMN untuk penghapusan dan pemindahtanganan aset tetap PT Djakarta Lloyd tersebut pada Desember 2017 lalu.

Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok pada tanggal 25 Juli 2018 mengeluarkan  Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dengan tujuan ke Chittagong Bangladesh.

Editor : Lince Eppang