• News

  • Ekonomi Makro

Saham Apple Anjlok, Wall Street Berakhir Melemah

Suasana perdagangan di Wall Street
dok.marketwatch
Suasana perdagangan di Wall Street

NEW YORK, NNC - Penutupan perdagangan, Senin atau Selasa (20/11/2018), bursa saham Amerika Serikat di Wall Street berakhir melemah. Sentimen melemahnya saham Apple dan semikondukto, memberikan tekanan pada sektor teknologi yang lebih luas.

Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 395,78 poin atau 1,56 persen, menjadi ditutup di 25.017,44 poin. 

Indeks S&P 500 turun 45,54 poin atau 1,66 persen, menjadi berakhir di 2.690,73 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup merosot 219,40 poin atau 3,03 persen, menjadi 7.028,48 poin.

Saham Apple jatuh hampir 4,00 persen menjadi diperdagangkan pada US$185,86 per saham, setelah sebuah laporan mengatakan bahwa perusahaan memangkas pesanan produksi untuk iPhone baru yang keluar awal tahun ini.

Perusahaan-perusahaan yang memproduksi chip memori juga melemah di sesi pagi. Saham Advanced Micro Devices jatuh 7,5 persen, sementara Micron Technology kehilangan 6,62 persen.

Sektor teknologi sekarang turun lebih dari 10 persen dari tingkat tertinggi 52 minggu, yang dicapai awal tahun ini.

Para investor juga telah memantau secara cermat hubungan perdagangan antara Amerika Serikat dan mitra-mitra dagang utamanya.

Di sisi ekonomi, sentimen di antara para pengembang rumah turun delapan poin pada November menjadi 60 dalam Indeks Pasar Perumahan National Association of Home Builders/ Wells Fargo.

Hal itu, sebagian besar disebabkan oleh kenaikan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) dan berlanjutnya pertumbuhan harga rumah yang semakin tak terjangkau oleh daya beli masyarakat.

Editor : Firman Qusnulyakin