• News

  • Ekonomi Makro

Prodia Alokasikan Dividen Tunai 50% dari Laba Bersih 2018

Ilustrasi layanan kesehatan Prodia.
Prodia
Ilustrasi layanan kesehatan Prodia.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM –  Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp87,73 miliar atau Rp93,57 per saham. Jumlah pembagian dividen tunai tersebut setara dengan 50% dari laba bersih Perseroan untuk tahun 2018 yang mencapai Rp175,45 miliar.

Jumlah pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2018 ini mengalami kenaikan sekitar Rp 27,41 miliar atau 45,44% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, Perseroan membagikan dividen tunai sebesar Rp 60,32 miliar atau setara dengan 40% dari laba bersih Perseroan untuk tahun buku 2017.

Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, mengatakan Perseroan berhasil mempertahankan pertumbuhan kinerja bisnis yang positif sehingga dapat memberikan nilai tambah kepada pemegang saham.

“Sejalan dengan keberhasilan kami dalam menjaga pertumbuhan kinerja yang positif di tahun lalu, kami berkomitmen untuk memberikan dividen tunai senilai 50% dari laba bersih Perseroan untuk tahun buku 2018. Kami terus menjalankan berbagai inisiatif strategis yang dapat memperkuat bisnis inti dan keunggulan operasional Perseroan sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya,” jelasnya dalam siaran pers, Jumat (3/5/2019).

Pada tahun 2018, Perseroan berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 16,35% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 150,80 miliar. Pendapatan Bersih Perseroan juga tumbuh sebesar 9,12% menjadi Rp 1.599,76 miliar, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 1.466,02 miliar. Perseroan juga membukukan kenaikan EBITDA sebesar 16,08% dari Rp 239,05 miliar pada tahun 2017 menjadi Rp 277,49 miliar pada tahun 2018.

Pendapatan dari masing-masing segmen pelanggan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan Perseroan. Segmen pelanggan individu dan rujukan dokter menyumbang masing-masing sekitar 32,32% dan 30,01% kepada pendapatan Perseroan. Sedangkan, kontribusi segmen referensi pihak ketiga dan klien korporasi sekitar 20,68% dan 16,98% terhadap pendapatan Perseroan di 2018.

Sepanjang tahun 2018, jumlah pemeriksaan mencapai 15.9 juta dan jumlah kunjungan mencapai 2.5 juta. Jumlah permintaan tes esoterik mengalami peningkatan sebesar 9,0% pada tahun 2018 menjadi 517 ribu tes, dari 474 ribu tes di 2017. Pendapatan tes esoterik mengalami peningkatan sebesar 17,3% pada tahun 2018 menjadi Rp 254,86 miliar dari Rp 217,33 miliar di 2017 atau berkontribusi sekitar 15,9% kepada pendapatan Perseroan 2018.

Pada 31 Mei 2018, Perseroan mengalami perpindahan papan pencatatan dari Papan Pengembangan ke Papan Utama di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sepanjang tahun 2018, Perseroan telah membuka sejumlah cabang baru diantaranya di kota Sorong, Jember, Sukabumi, Sampit, Bengkulu, dan Jepara. Hingga akhir tahun 2018, Perseroan telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 292 outlet, termasuk diantaranya 143 laboratorium klinik, di 34 provinsi dan 123 kota di seluruh Indonesia.

Editor : Irawan.H.P