• News

  • Ekonomi Makro

Terapkan Tarif Premium Services ke Pengusaha, PLN Jamin Kepastian Pasokan

Ilustrasi jaringan listrik.
WSJ
Ilustrasi jaringan listrik.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - PT PLN (Persero) siap mengaplikasikan tarif premium services bagi para pelaku usaha. Hal ini disambut baik oleh pengusaha karena dinilai memberi manfaat yang lebih menguntungkan berupa jaminan pasokan listrik.

Saat ini, perusahaan produk olahraga Nike Inc dan produsen produk fesyen H&M akan mengaplikasikan layanan dengan tarif premium green energy dari PLN (Global 100% Renewable Energy).

Menurut Executive Vice President Pengembangan Produk Departemen Bisnis dan Pelayanan Pelanggan PLN, Julita Indah, saat ini Perseroan memiliki kompetensi mengeluarkan sertifikat untuk perusahaan yang meminta suplai energi yang bersumber dari energi terbarukan.

"Renewable Energy (RE) merupakan pelayanan kebutuhan khusus pelanggan yang tergabung di dalam organisasi Global 100% RE dengan komitmen mendapatkan suplai dari energi yang renewable," kata Julita dalam keterangan pers PLN, Jakarta, Jumat (24/5/2019).

Dia mengungkapkan, saat ini Nike dan H&M sedang dalam proses pembahasan klausula kontrak untuk memperoleh sertifikat Premium Green Energy sebagai perusahaan yang mengaplikasikan Global 100% RE. "Dua perusahaan ini masih dalam proses memperoleh sertifikasi dari PLN, namun ada beberapa klausul yang masih perlu dibahas lebih lanjut," imbuhnya.

Dia menyatakan, saat ini pembahasan antara PLN dengan Nike dan H&M selaku corporate buyer masih berlangsung, terutama terkait pengajuan syarat kapasitas pembangkit listrik. "Nike, pembangkit listriknya harus berasal dari pembangkit renewable energy berkapasitas besar, sedangkan H&M berasal dari pembangkit listrik berkapasitas kecil," ujar Julita.

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI), Sanny Iskandar berharap perusahaan yang berada di kawasan industri bisa mengaplikasikan tariff premium services dari PLN.

"Karena, perhitungan tarifnya berbeda dengan tarif dasar listrik (TDL) yang dikenakan terhadap perusahaan pada umumnya," ucap Sanny dalam keterangannya, Jumat (24/5/2019).

Dia mengatakan, tarif listrik yang mengacu pada formula PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) tersebut perhitungannya tetap didasarkan pada pertimbangan kurs satuan dolar AS terhadap rupiah; termasuk penghitungan biaya bahan bakar energi.

Sanny menambahkan, layanan tarif premium dari PLN ini lebih menguntungkan dan mendapat prioritas berupa aliran listrik yang tidak pernah padam, karena PLN menggunakan sistem pembangkit cadangan.

"Energinya tidak hanya berasal dari satu sumber, namun bisa berasal dari gardu induk," ujarnya.

Sanny menambahkan, kepastian pasokan tersebut diharapkan bisa mendorong minat perusahaan di kawasan industri untuk beralih ke tarif premium service. Menurut dia, Karawang International Industrial City ( KIIC ) merupakan kawasan industri pertama yang mengaplikasi konsep tarif premium service.   

Reporter : PD Djuarno
Editor : Irawan.H.P

Apa Reaksi Anda?