• News

  • Ekonomi Makro

Kemendag Percepat Perjanjian Dagang dengan Negara Mitra Guna Dorong Ekspor

Kemendag percepat perjanjian dagang dengan negara mitra guna dorong ekspor.
Kemendag
Kemendag percepat perjanjian dagang dengan negara mitra guna dorong ekspor.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, menargetkan beberapa perjanjian perdagangan atau kerjasama ekonomi dengan beberapa negara mitra baru dapat terselesaikan tahun ini meskipun baru sebatas prinsipal terlebih dahulu.

Hal itu penting dilakukan demi menjaga agar kinerja ekspor tidak terus merosot. Tanpa adanya komitmen kerjasama antara Indonesia dengan mitra-mitra dagang baru, Indonesia berpotensi akan sulit mendorong pertumbuhan ekspor di tengah perlambagan ekonomi global dan perang dagang yang masih terjadi.

Enggar menyatakan untuk tahun ini pemerintah telah sukses menandatangani komitmen kerjasama ekonomi dengan Australia Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA- CEPA ) pada awal Februari 2019 lalu. Untuk selanjutnya, akan diupayakan percepatan ratifikasi perjanjian perdagangan bebas ini agar kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara semakin meningkat.

Setelah IA- CEPA , Enggar menyatakan akan mempercepat pula perjanjian kerjasama ekonomi lainnya dengan negara - negara lain. Salah satu yang baru saja ditandatangani sebagai dukumen pengantar adalah pertukaran instrument of Ratification (IoR) Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC- CEPA ).

"Sebenarnya dengan negara Afrika (seperti) Mozambik menunggu (penandatanganan dokumen kerjasama), saya harap tahun ini bisa selesai. Tadi duta besar Tunisia juga berbisik kita tinggal menunggu finalized signing, kalau dengan Australia tinggal proses ratifikasi," kata Enggar usai menggelar halal bil halal di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019).

Politisi Partai Nasdem ini juga menegaskan akan terus mengawal proses perjanjian kerjasama untuk Regional Comprehensive Economic Partnership ( RCEP ). Menurutnya apabila Indonesia dapat mempercepat lobi-lobi dan penandatanganan dokumen kerjasama ekonomi dan investasi, Indonesia berpotensi untuk tumbuh lebih tinggi ekonominya. Begitu juga dengan proses kerjasama ekonomi dengan reaktivasi Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK- CEPA ).

"Harusnya kita bisa selesaikan tahun ini paling tidak substancy concluded. RCEP ini yang paling besar (pangsa pasar ekspor) karena hampir 50 persen dari penduduk dunia ada di sini, kita harap RCEP bisa kita selesaikan secara substansi November ini," pungkas Enggar.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?