• News

  • Ekonomi Makro

BKPM Optimistis Minat Investor ke Indonesia Membaik Setelah Pelaksanaan Pemilu

Thomas Lembong, Kepala BKPM.
Setkab
Thomas Lembong, Kepala BKPM.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM ) memastikan minat dan gairah investasi mulai tumbuh kembali usai gelaran Pemilu yang dilaksanakan April 2019 kemarin. Investor menganggap pelaksanaan pemilu yang aman dan damai di Indonesia mendorong perbaikan sentimen.

Kepala BKPM, Thomas Trikasih Lembong, mengatakan setelah pelaksanaan pemilu kemarin pihaknya banyak mendapat pernyataan positif dari investor yang menyatakan antusiasmenya terhadap situasi politik dan ekonomi Indonesia. Banyak dari investor yang menyatakan minat investasinya baik dalam bentuk investasi baru atau ekspansi usaha.

"Terus terang langsung dalam minggu-minggu pasca pemilu banyak sekali pertanyaan, inquiry dan ekspresi minat dari berbagai investor di berbagai kawasan. Mereka cari tahu ke kami apa peluang-peluang investasi dan arah kebijakan atau terobosan dan gagasan baru yang bisa kita antisipasi di periode keduanya Pak Presiden," kata Lembong usai menghadiri Halal Bi Halal di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (18/6/2019).

Mantan Menteri Perdagangan ini optimis secara full year, pertumbuhan realisasi investasi tahun 2019 ini akan mencapai double digit. Namun, Lembong enggan menyebutkan angka berapa asumsi pertumbuhan realisasi investasi.

Selain karena stabilitas politik dan ekonomi Indonesia yang dinilai positif oleh investor, imbas perang dagang yang masih terjadi menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan investasi. Dikatakannya dalam setiap triwulan selalu ada investor yang menyatakan minat dan merealisasikan investasinya dengan merelokasi usahanya ke Indonesia.

"Prediksi saya untuk full year 2019 PMA (penanam modal asing) dan PMDN (penanam modal dalam negeri) pertumbuhannya kembali ke double digit. Jadi itu aspek positif ekonomi kita yang harus kita jaga abis-abisan," imbuhnya.

Lembong juga mengatakan bahwa investasi dalam bentuk foreign direct investment (FDI) justru menunjukkan tren positif. Hal itu terjadi karena investor secara nyata tidak ingin terlibat dari perang dagang yang selalu digembar-gemborkan oleh pemerintahan AS - China.

"Menurut saya justru positif (FDI) dan menurut saya posisinya akan semakin positif. Karena memang semakin jelas bahwa dengan perang dagang AS dengan Tiongkok banyak sekali industri mau merelokasi pabriknya dari Tiongkok ke kawasan lain (termasuk Indonesia)," pungkas Lembong 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Irawan.H.P