• News

  • Ekonomi Makro

Envy Technologies Berencana Tawarkan Harga Saham IPO Rp350-Rp475/Unit

Ilustrasi
dok.Istimewa
Ilustrasi

JAKARTA, NETRALNEWS COM -- Perusahaan penyedia jasa teknologi informasi, PT Envy Technologies Indonesia Tbk ( ENVY ) berencana melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) dengan melepas sebanyak-banyaknya 600 juta saham biasa. Harga penawaran awal sekitar Rp350-Rp475 per saham.

Untuk melaksanakan IPO, ENVY menunjuk PT Erdhika Elit Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Selain melepas saham ke publik sebanyak 600 juta unit, ENVY juga melaksanakan  employee stock allocation (ESA) sebanyak-banyaknya 18 juta saham biasa.

"Harga penawaran pada IPO ini sekitar Rp350-Rp475 per saham. Jadi, ENVY diperkirakan meraih dana sekitar Rp240 miliar-Rp360 miliar," kata Senior Vice President Erdhika Elit Sekuritas, Toto Sosiawanto di Jakarta, Selasa (18/6).

Setelah dikurangi biaya-biaya emisi, kata Toto, sebesar 31,4 persen dari dana hasil IPO akan digunakan untuk kegiatan usaha sistem integrasi informatika, sebesar 24,56 persen untuk kegiatan usaha sistem integrasi telekomunikasi, dan sebesar 2,11 persen untuk penelitian dan pengembangan produk.

"Senilai Rp48 miliar dari dana hasil IPO akan digunakan untuk pembiayaan sebagian utang ENVY dan sisanya akan digunakan sebagai modal kerja," ucap Toto sembari berharap aksi korporasi ini bisa mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 27 Juni 2019, dan pencatatan di BEI pada 8 Juli 2019. Adapun perkiraan masa penawaran awal pada 17-21 Juni 2019 dan penawaran umum pada 1-2 Juli 2019.

Di tempat yang sama, Direktur Utama ENVY , Mohd Sopiyan bin Mohd Rashidi mengatakan, pada tahun ini Perseroan akan melakukan penguatan posisi sebagai penyelenggara layanan jasa keamanan informasi digital, pengembangan eksponensial layanan  big data  dan layanan digital sektor keuangan serta penguatan dengan mitra perusahaan.

"Hingga akhir tahun ini, manajemen optimistis bisa meraih pendapatan sebesar Rp102,76 miliar dan pada tahun depan targetnya dipatok sebesar Rp105,4 miliar. Laba bersih juga diproyeksikan mencapai Rp7,27 miliar di 2018, sedangkan pada tahun depan sebesar Rp23,79 miliar," papar Sopiyan.

Sopiyan memproyeksikan, pada tahun ini aset Perseroan mencapai Rp391,46 miliar dan pada tahun 2020 diharapkan bisa mencapai Rp545,88 muliar. "Pada Kuartal I-2019, kami sudah meraih 45 persen dari target pendapatan 2019 dan sebesar 40 persen dari target laba bersih tahun ini," ujarnya.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya