• News

  • Ekonomi Makro

Tingkatkan KEK, Ini yang Dilakukan Para Stakeholder

 Ketua Umum AKPI, Poernomo Siswoprasetijo.
AKPI
Ketua Umum AKPI, Poernomo Siswoprasetijo.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dewan Asosiasi  Kawasan Pariwisata Indonesia (AKPI) menggelar Rapat Anggota AKPI di Menara Batavia, Jakarta. Ketua Umum AKPI, Poernomo Siswoprasetijo secara resmi membuka acara yang dihadiri Dewan Pembina, Dewan Pengurus, anggota AKPI, perwakilan dari kementerian dan stakeholder terkait lainnya.

Kegiatan tersebut dalam rangka menyusun program kerja AKPI untuk periode 2019-2020. Hasil rapat anggota antara lain menyusun program kerja yang bersinergi dengan program-program Kementerian Pariwisata, kementerian terkait lainnya, dan para pemangku kepentingan di industri pariwisata Indonesia; membahas kebutuhan dan target yang harus dicapai untuk peningkatan investasi, deregulasi kebijakan; penentuan isu skala prioritas serta pengembangan 3A (Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas) di kawasan destinasi pariwisata.

Ketua Umum AKPI, Poernomo Siswoprasetijo mengatakan program kerja AKPI ini sangat mendukung program pemerintah dalam pengembangan pariwisata Indonesia dan mendorong terselenggaranya kegiatan-kegiatan positif untuk para anggota asosiasi.

“Saya berharap program kerja AKPI ini turut berperan dalam mewujudkan cita-cita 100 Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Indonesia sehingga nantinya meningkatkan devisa negara.” ujar Poernomo Siswoprasetijo dalam siaran persnya, Senin (24/6/2019). 

Hiramsyah S. Thaib, selaku salah satu Dewan Pembina AKPI sekaligus sebagai Ketua Tim Percepatan 10 Bali Baru Kementerian Pariwisata dan Ketua Kelompok Kerja Pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata, yang hadir sebagai pembicara memaparkan materi mengenai “Perencanaan Pembangungan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata di Indonesia.”

Dalam paparannya, Hiramsyah menyampaikan bahwa pemerintah telah memberikan dukungan dan komitmen yang tinggi terhadap sektor pariwisata Indonesia meliputi pembangunan, perkembangan dan pertumbuhannya.

Data mencatat, pertumbuhan sektor pariwisata sekarang ini telah mencapai hingga 22%, di mana angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan sektor pariwisata dunia yang hanya mencapai 6,4% dan ASEAN yang sebesar 7%.

“Saya sangat optimis, ke depannya sektor pariwisata merupakan sektor yang mencatatkan pertumbuhan tinggi sebagai penghasil devisa negara,” tegas Hiramsyah S Thaib dalam paparan materinya di hadapan para anggota AKPI.

Lebih lanjut Hiramsyah menjelaskan pengembangan 10 Bali Baru diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp500 triliun. Dana tersebut ditargetkan sebesar 32% atau Rp170 triliun dari investasi pemerintah dan sebanyak 78% atau Rp330 triliun dari investasi swasta (PMDN dan PMA).

Editor : Sulha Handayani