• News

  • Ekonomi Makro

BI Jaga Asumsi Pertumbuhan Kredit 10-12 Persen Tahun Ini

Gubernur BI Perry Warjiyo
dok.poskotanews
Gubernur BI Perry Warjiyo

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -- Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan tahun ini akan mendekati target atas dari yang ditetapkan sebesar 10-12 persen. Perkiraan ini berbeda dengan prediksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang justru merevisi target sebelumnya menjadi 9-11 persen.

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan dasar perkiraan pertumbuhan kredit perbankan yang tidak berubah ini karena kondisi likuiditas yang semakin longgar dan juga faktor stabilitas ekonomi yang membaik. Apalagi dengan adanya keputusan penurunan suku bunga acuan BI 7  days reverse repo rate  (BI 7 DRRR ) yang turun dari 6 persen menjadi 5,75 persen.

"Kami perkirakan akhir tahun ini pertumbuhan kredit akan berada di atas titik tengah dari perkiraan 10-12 persen.  Insyaallah  bisa sampai 11 persen. Jadi jangan samakan dengan prediksi OJK karena mungkin OJK belum mempertimbangkan faktor-faktor lainnya," ujar Perry dalam konferensi pers di kantor BI Pusat, Jakarta, Kamis (18/7/2019).

BI mencatat hingga Mei 2019 lalu fungsi intermediasi tetap memadai yang ditunjukkan dengan pertumbuhan kredit sebesar 11,1 persen  year on year . Hal ini cukup stabil jika dibandingkan dengan pertumbuhan kredit pada April 2019.

Dari sisi kecukupan modal (capital adequacy ratio /CAR) per Mei 2019 mencapai 22,3 persen, sedangkan non performing loan (NPL/kredit macet) sebesar 2,6 persen (gross) dan nett  1,2 persen.

Sementara itu, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) pada Mei 2019 sebesar 6,7 persen, atau sedikit meningkat dibandingkan April 2019 yang mencapai 6,6 persen. Diperkirakan tahun 2019 ini DPK berada dalam kisaran 8-10 persen  year on year .

Dengan adanya kebijakan penurunan suku bunga BI 7 DRRR , Perry meyakini akan berpengaruh pada penurunan suku bunga kredit baik deposito ataupun kredit perbankan. Suku bunga kredit yang lebih rendah bisa menjadi pemantik pertumbuhan penyaluran kredit berikutnya.

"Biasanya penurunan suku bunga BI transmisinya adalah suku bunga deposito akan turun, dan suku bunga kredit juga akan turun, apalagi likuditas bertambah truliunan. Maka sudah semestinya penurunan suku bunga deposito atau kredit bisa lebih cepat," kata Perry.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya