• News

  • Ekonomi Makro

Forex Bodong Kembali Marak, Kenali Ciri-cirinya Agar Tidak Tertipu

Ilustrasi foreign exchange (forex).
Istimewa
Ilustrasi foreign exchange (forex).

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Kasus investasi foreign exchange ( forex) bodong baru-baru ini kembali marak. Masyarakat dikejutkan dengan kasus Pialang Guardian Capital Group (GCG) Asia ilegal yang merugikan banyak warga Indonesia.

Perusahaan dari Malaysia tersebut juga beroperasi di Indonesia menawarkan investasi pendapatan tinggi untuk transaksi forex. Selain itu, kasus forex juga dialami oleh salah seorang artis nasional. Oleh karena itu, masyarakat diminta harus paham dan mengenal seluk beluk forex terlebih dahulu sebelum ber investasi.

SDFX-sekolahdasar forex.com, lembaga pendidikan forex nasional, menyayangkan kembali maraknya forex bodong. Hans Herwin, founder SDFX menyampaikan bahwa para investor forex yang tertipu tersebut sebagian besar adalah orang-orang yang tidak memahami sama sekali seluk-beluk instrumen forex alias belum belajar atau malas belajar.

“Karena tidak memahami cara kerja forex yang baik dan benar dan tergiur dengan iming-iming keuntungan yang sangat besar, banyak investor yang sembarangan menyerahkan / menitipkan dananya ke perusahaan investasi yang mengiming-imingi profit tinggi. Itu penyakit masyarakat kita yang harus kita bantu”, tutur Hans dalam keterangan persnya, Sabtu (10/8/2019).

Untuk menghindari investasi forex bodong, menurut Hans, para investor sebaiknya mendalami ilmu dasar forex terlebih dahulu. “Sekarang ini, ada beberapa lembaga pendidikan forex yang cukup kridibel jika ingin belajar dengan benar, salah satunya SDFX. Passive income dari forex itu mudah dan sederhana asal mau belajar di tempat yang benar,” ucap Hans

Sementara itu, Syahrir, Head Master SDFX- sekolahdasar forex.com menyampaikan, setiap investasi atau bisnis tersebut pasti terdapat risiko, besar atau kecil. Namun, besar atau kecil risiko tesebut bisa dimitigasi dari awal, jika si pebisnis memiliki pemahaman yang cukup tentang bisnisnya, termasuk bisnis forex.

Menurut Syahrir ciri – ciri forex bodong bisa dikenali salah satunya jika si oknum menjanjikan jaminan fixed income dengan iming-iming profit tanpa risiko dan kedua ada dana yang ditahan pada periode tertentu.

“Selain itu, kita juga harus hati-hati dengan program investasi yang mengatasnamakan trading forex yang bisa memberikan keuntungan pasti secara periodik, namun sebenarnya hasil keuntungan tersebut hanyalah hasil manipulasi harga yang ada di dalam platform trading. Untuk modus ini hanya orang yang benar-benar mengerti tentang trading forex saja yang bisa mengetahuinya,” kata Syahrir.

Namun, demikian, sambung dia, bisnis forex sangat menguntungkan jika ditekuni dan dijalankan dengan benar serta tidak cepat tergiur dengan iming-iming keuntungan yang fantastis dalam waktu dekat.

“SDFX, selaku lembaga resmi pendidikan forex siap membimbing orang-orang yang ingin menekuni bisnis forex dari dasar hingga mahir memiliki passive income secara mandiri,” tutur Syahrir. 

 

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Widita Fembrian