• News

  • Ekonomi Makro

Tingkatkan Kerja Sama, Indonesia-Australia Gelar Lokakarya

 Tingkatkan kerja sama, Indonesia-Australia Gelar Lokakarya.
Kemendag
Tingkatkan kerja sama, Indonesia-Australia Gelar Lokakarya.

BOGOR, NETRALNEWS.COM  - Kementerian Perdagangan dan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) menggelar lokakarya implementasi sistem TRQ acuan besaran tarif perizinan impor daring (tariff rate quota/TRQ) dan implementasi impor tanpa tergantung masa panen (automatic import licensing/AIL without seasonality). Implementasi kedua sistem tersebut merupakan komitmen dalam perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Australia (IA-CEPA). Lokakarya berlangsung pada 13--14 Agustus 2019 di Bogor, Jawa Barat.

"Pemerintah Indonesia dan Australia terus bekerja sama mengimplementasikan berbagai komitmen IA-CEPA. Melalui lokakarya ini, kementerian/lembaga yang terlibat dalam pelaksanaan sistem TRQ dan AIL without seasonality ini dapat bersiap serta menggali informasi dan pengalaman mengenai operasionalisasi dan implementasi kedua sistem tersebut," ujar
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana, Rabu (14/8/2019).

Agenda dalam lokakarya ini mencakup pembahasan mengenai peraturan tentang pembentukan dan operasionalisasi sistem TRQ yang berlaku di beberapa negara, khususnya untuk komoditas hortikultura, produk hewan, dan baja. Hadir dalam lokakarya tersebut perwakilan berbagai kementerian/lembaga terkait, seperti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, dan Lembaga Nasional Single Windows (LNSW).

Wisnu melanjutkan, pada perjanjian IA-CEPA, Indonesia berkomitmen memasukkan produk- produk yang tercakup dalam kelompok produk ternak, sereal, hortikultura, dan baja ke dalam 16 pos tarif pada TRQ. Komitmen lainnya yaitu agar 6 pos tarif dalam kelompok sapi betina hidup dan produk-produk daging ternak mendapatkan AIL without seasonality sesuai ketentuan yang berlaku menurut Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO).

Menurut Wisnu, Australia telah memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam implementasi sistem TRQ dengan berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara Uni Eropa. Sistem TRQ yang diterapkan Australia berada dalam sistem manajemen kuota (quota management system/QMS) di bawah Departemen Pertanian Australia.

"Indonesia belum memiliki dan belum pernah mengimplementasikan sistem TRQ. Lokakarya ini menjadi kesempatan bagus untuk menggali informasi dan pengalaman terkait implementasi TRQ yang selama ini telah dipraktikkan Australia dengan negara mitra dagangnya," ujar Wisnu.

Wisnu juga menegaskan, pemberian TRQ untuk beberapa produk di bawah skema IA-CEPA tidak serta merta menghilangkan kewajiban pelaku usaha untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, seperti ketentuan keamanan makanan, pelabelan, ketentuan halal, dan ketentuan pengemasan.

Direktur Fasilitasi Ekspor dan Impor Kemendag Olvy Andrianita menambahkan, saat ini yang sedang dilakukan Pemerintah Indonesia melalui Kemendag adalah menyusun langkah-langkah yang tepat dalam implementasi komitmen Indonesia sebagai mandat IA-CEPA.
“Selain bermanfaat untuk Australia, sistem TRQ dan AIL without seasonality ini harus dapat memberikan manfaat bagi ketersediaan barang untuk masyarakat dan industri di dalam negeri,” ujar Olvy.

Editor : Sulha Handayani