• News

  • Ekonomi Makro

Ibu Kota Negara Pindah Kalimantan, BUMN Beton Ini Langsung Bangun Pabrik

Waskita Beton (
InaKoran
Waskita Beton (

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Presiden Joko Widodo pada Pidato Kenegaraan, Jumat (16/8/2019), memaparkan rencana untuk memindahkan ibu kota negara ke Pulau Kalimantan.

Pemindahan ibu kota ini, lanjut Presiden, bertujuan untuk pemerataan dan keadilan ekonomi di Indonesia. Sejalan pula dengan rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) juga tengah menyiapkan sebuah pabrik di kawasan Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

Melansir dari keterangan rilis WSBP, Plant Penajam dibangun dengan tujuan untuk menyerap potensi pasar di wilayah tengah dan timur Indonesia, bahkan pasar regional di Asia Tenggara.

Sekretaris Perusahaan Waskita Beton Precast Fathia Syafurah mengatakan, teknologi dan peralatan yang digunakan di Plant Penajam nanti akan sama dengan pabrik-pabrik WSBP yang telah dibangun.

"Teknologi dan peralatan seperti pabrik-pabrik kami yang sudah ada," ujar Fathia saat ditemui usai acara Public Expose Live WSBP di Bursa Efek Indonesia, Selasa (20/8/2019).

Plant Penajam memiliki kapasitas produksi sebesar 250.000 ton per tahun. Pabrik ini memproduksi produk  precast  berupa  box girder,  PCT  girder, square pile,  dan CCSP . Dengan fasilitas penunjang yang sudah ada berupa area produksi, area  workshop  dan area pengolah limbah, WSBP berencana untuk ekspansi dengan memiliki dermaga sendiri.

Dermaga ini nantinya dapat mempermudah dalam akses pengiriman produk-produk  precast  langsung dari plant tersebut ke pulau-pulau lainnya karena memiliki lokasi yang strategis dengan Teluk Balikpapan.

Selain membangun pabrik baru di Penajam, Kalimantan Timur, WSBP juga sedang giat menggenjot ekspansi pasar eksternal. Berdasarkan keterangan resmi WSBP, porsi kontrak baru dari pasar eksternal yang dikelola WSBP pada Juli 2019 meningkat.

Pada Juli 2019, WSBP mendapatkan kontrak baru yang berasal dari pasar eksternal dengan porsi yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Porsi perolehan nilai kontrak baru dari pasar eksternal tersebut tercatat sebesar 48,19%, lebih tinggi dari porsi perolehan sepanjang tahun 2018 yang sebesar 36,41%.

Jarot Subana, Direktur Utama WSBP menyatakan perolehan ini telah melampaui target dari strategi yang dilaksanakan WSBP tahun ini. WSBP berencana akan memperluas pasar eksternal sebesar minimal 40%.

"Kami masih memiliki potensi yang besar untuk bertumbuh di Indonesia dan peluang pasar di Indonesia masih besar maka kami fokus untuk menangkap peluang tersebut," ungkap Jarot dalam rilis.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Nazaruli