• News

  • Ekonomi Makro

PTPP Teken Dua Kontrak Pembangunan PLTU Senilai Rp8 Triliun

Acara penandatanganan kontrak pembangunan dua PLTU oleh PTPP.
PTPP
Acara penandatanganan kontrak pembangunan dua PLTU oleh PTPP.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Manajemen PT PP (Persero) Tbk mengumumkan bahwa perseroan telah melakukan penandatanganan kontrak pembangunan dua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di dua lokasi, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Utara. Nilai investasinya Rp8 triliun dan bagian milik perusahaan tercatat di bursa dengan kode perdagangan PTPP ini capai Rp2,1 triliun.

Masing-masing pembangkit berkapasitas 2×50 MW berlokasi di Desa Panaf, Kupang Barat, Nusa Tenggara Timur akan di lahan seluas 30 hektar, dan pembangkit lainnya berada di Desa Bolaang Mangitang Timur, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara mengisi luasan sebesar 32 hektar milik PT PLN (Persero).

Acara penandatanganan kontrak dihadiri oleh Direktur Utama PTPP Lukman Hidayat beserta seluruh mitra bertanggungjawab dalam penyelesaian proyek di Kantor Pusat PLN Jakarta, pada Senin, 9 September 2019.

Direktur Utama PTPP, Lukman Hidayat mengatakan, pihaknya berperan sebagai kontraktor yang akan bertanggungjawab dalam penyelesaian proyek, dengan beker jasama bersama beberapa mitra.

“Kami optimistis dapat menyelesaikan proyek tersebut untuk unit pertama selama 36 bulan dan unit kedua selama 39 bulan. Dengan target tersebut, Perseroan optimis kedua PLTU tersebut dapat beroperasi pada tahun 2022,” jelasnya dalam siaran pers, Selasa (10/9/2019).

Pembangunan PLTU Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Utara ini akan menelan investasi dengan estimasi lebih dari Rp8 triliun, dimana nilai kontrak perseroan mencapai Rp2,1 triliun.

“Dengan pembangunan PLTU Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Utara ini, diperkirakan akan melistriki beberapa desa dan kecamatan untuk di Nusa Tenggara Timur dan juga Sulawesi Utara dan sekitarnya,” imbuhnya.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Irawan.H.P