• News

  • Ekonomi Makro

Indonesia Sepakat Lakukan Hubungan Bilateral dengan Rusia dan AS

Mendag Enggartiasto Lukita akan lanjutkan kerja sama dengan Rusia dan AS.
Kemendag
Mendag Enggartiasto Lukita akan lanjutkan kerja sama dengan Rusia dan AS.

BANGKOK, NETRALENEWS.COM – Pemerintah Indonesia terus mengupayakan peningkatan hubungan perdagangan bilateral dengan meminimalisasi hambatan perdagangan dan investasi dengan negara mitra. Dengan meminimalisasi hambatan, maka kemudahan akses pasar akan semakin meningkat.

Hal tersebut diupayakan Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita dengan melaksanakan pertemuan bilateral dengan Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia Maksim Oreshkin dan Deputi United States Trade Representative Jeff Gerrish di sela-sela Pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN ke-51 di Bangkok, Thailand.

“Kita setuju menaikkan hubungan bilateral perdagangan dan investasi dengan Rusia. Indonesia dan Rusia sepakat untuk mengidentifikasi hal-hal yang selama ini menghambat kerja sama kedua negara,” ujar Mendag, dalam siaran persnya, Sabtu (14/9/2019).

Mendag menerangkan, pihak Rusia meminta dukungan Kemendag dalam proyek kereta api di Kalimantan. Terkait hal tersebut, Mendag berkomitmen akan berkoordinasi dengan kementerian- lembaga terkait di Indonesia. Selainitu, Rusia juga menyatakan minatnya pada potensi investasi pembangunan infrastruktur pemindahan ibu kota Indonesia.

Sementara itu, pihak Indonesia menaruh perhatian pada keputusan Parlemen Rusia yang menaikkan pajak minyak sawit, dari 10 persen menjadi 20 persen. Rusia menekankan, kenaikan pajak minyak sawit tersebut adalah tindakan penyesuaian tarif dan bukan proteksi. Rusia tidak memproduksi minyak sawit sehingga tetap membutuhkan asupan minyak sawit Indonesia. Untuk itu, Rusia menyatakan akan menghitung dampak kenaikan pajak tersebut pada serapan konsumsi Rusia.

Kedua Menteri juga sepakat menindaklanjuti rencana imbal dagang pengadaan pesawat tempur Sukhoi Su-35 bagi Indonesia. Selain itu Indonesia juga meminta Rusia selaku negara dengan ekonomi terbesar di Euras ian Economic Union untuk mendukung insiatif pembentukan perjanjian perdagangan antara Indonesia dan Eurasian Economic Union.

“Potensi perdagangan kita dengan Rusia cukup besar, untuk itu kami mendorong agar hambatan perdagangan kedua negara dapat diatasi dan hubungan ekonomi dapat ditingkatkan melalui rencana pembentukan perjanjian perdagangan dengan Eurasian Economic Union, mengingat Rusia adalah bagian dari Eurasian Economic Union dan merupakan ekonomi terbesar di situ.” ujar Mendag.

Selain memberikan manfaat peningkatan dagang dengan Rusia, kerja sama dengan Eurasian Economic Union juga akan memberikan manfaat perdagangan Indonesia dengan negara-negara anggota lainnya, seperti Armenia, Belarus, Kazakhstan, dan Kirgizstan.

 

Editor : Sulha Handayani