• News

  • Ekonomi Makro

Kemendes PDTT: Diperlukan Pendekatan Baru Transformasikan Pertanian

 Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Anwar Sanusi.
Istimewa
Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Anwar Sanusi.

BALI, NETRALNEWS.COM - Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ( Kemendes PDTT) Anwar Sanusi menyampaikan, empat program prioritas Kemendes PDTT di bidang pertanian, antara lain embung desa, produk unggulan desa, Badan Usaha Milik Desa ( BUMDesa), dan fasilitas ruang terbuka di desa.

Menurutnya, kebutuhan terhadap pangan semakin meningkat, namun ketersediaan dari sumber daya utama seperti lahan dan air untuk pertanian dan produksi pangan semakin menurun. Hal ini akan berdampak pada ketahanan pangan di masa depan.

Demikian disampaikan Anwar dalam Workshop on Agricultural Transformation bekerjasama dengan the Asian Productivity Organization (APO) yang dimulai pada Senin (30/9/2019) di Bali.

"Oleh karena itu, diperlukan adanya pendekatan baru untuk mentransformasi pertanian. Workshop ini diharapkan dapat mereview kebijakan dan program-program transformasi pertanian dari setiap negara," katanya.

Kemendes PDTT telah 4 (empat) kali bekerjasama dengan the Asian Productivity Organization dalam menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas di bidang produktivitas.

Pada 2019 ini, program yang diselenggarakan bertajuk Workshop on Agricultural Transformation atau transformasi pertanian mengundang perwakilan dari 20 negara anggota APO antara lain Bangladesh, Nepal, Sri Lanka, Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, Iran, India, Fiji, Indonesia, Filipina, Vietnam, Thailand, Pakistan, Mongolia, dan Laos. Adapun Malaysia, Hongkong, Kamboja dan Singapura tidak mengirimkan perwakilannya.

Dalam workshop ini diberikan pembelajaran dengan narasumber yang berasal dari Jepang dan Korea Selatan, presentasi country paper, diskusi kelompok, dan field trip.

Sementara itu, Kenji Watanabe sebagai perwakilan dari APO menyampaikan bahwa transformasi pertanian merupakan subyek utama di bidang pertanian. Para peserta kiranya dapat berbagi transformasi pertanian yang dilaksanakan di negaranya. 

"Workshop kali ini juga diharapkan dapat menjadi awal dari kerjasama selanjutnya di bidang transformasi pertanian." Katanya.

Hal yang sama juga diutarakan perwakilan dari National Productivity Organization (NPO) Indonesia, Astri Christafilia. Astri menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting karena peserta dapat berbagi pengetahuan, ide-ide, dan pengalaman dari negara masing-masing.

“Hal ini merupakan usaha kami untuk menghadapi perubahan teknologi di bidang pertanian di era Revolusi Industri 4.0. Konsep transformasi pertanian kiranya bisa memiliki aturan atau undang-undang tersendiri untuk dapat tetap melindungi peran tenaga kerja kita," jelas dia.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Widita Fembrian