• News

  • Ekonomi Makro

Mendag Ungkap Hasil Pertemuan dengan 16 Negara Peserta Kemitraan Ekonomi Regional

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.
Infonawacita
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Para Menteri Ekonomi dari 16 negara peserta Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) kembali bertemu pada Pertemuan Intersesi ke-9 di Bangkok, Thailand, Sabtu lalu.

Ini merupakan Pertemuan Intersesi Menteri RCEP yang ke-9 selama 7 tahun perundingan dan ke-3 pada tahun ini setelah pertemuan yang ke-2 pada Agustus 2019.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, pertemuan ini sangat penting untuk memastikan penyelesaian perundingan RCEP. Penyelesaian perundingan RCEP rencananya diumumkan Kepala Negara atau Pemerintahan Negara Peserta RCEP pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) RCEP ke-3 pada 4 November 2019 di Bangkok, Thailand.

“Pertemuan ini merupakan pertemuan terakhir tingkat menteri untuk memutuskan penyelesaian isu-isu 'single outlier'. Isu-isu single outlier harus dituntaskan agar tim perunding dapat menyelesaikan perundingan dalam sisa waktu yang ada hingga diumumkan pada 4 November mendatang,” ujar Mendag, dalam siaran pers, Selasa (15/10/2019).

Ia menjelaskan, sebelum masuk pertemuan khusus ASEAN (caucus), terlebih dahulu dilaukan TROIKA plus dengan negara peserta RCEP yang disebut single outlier, yang pertama dengan Malaysia, Jepang dan terakhir India.

Setelah itu, pembahasan dilanjutkan dalam format pleno dengan seluruh peserta RCEP yang hanya didampingi masing-masing Ketua Trade Negotiations Committee (TNC)-nya.

"Setelah melalui pembahasan yang sangat intensif lebih dari tiga jam, kami dapat mencapai suatu paket resolusi bagi seluruh isu tersisa. Pada akhir pertemuan, kami meminta TNC melakukan finalisasi dalam waktu kurang lebih 10 hari ke depan, sehingga kami dapat melaporkan penyelesaiannya kepada para pemimpin di awal November nanti untuk diumumkan,” ujar Mendag.

Pertemuan lebih lanjut sepakat untuk melakuan pertemuan kembali sebelum dilaporkan ke para pemimpin, sebagaimana usulan Mendag Enggartiasto, untuk melakukan finalisasi akhir perunding, setelah kelompok perunding bekerja menyelesaikannya dalam 10 hari ke depan.

Mendag menekankan, seluruh menteri berkomitmen mengerahkan upaya maksimal untuk menyelesaikan perundingan. Apalagi, berdasarkan pengalaman, perundingan lebih efektif jika negara single outlier ditemui satu per satu, karena dinilai efektif untuk mengetahui perhatian utama sekaligus mencari langkah solusi yang akan ditempuh. Untuk itu, ASEAN melakukan pertemuan dalam format “TROIKA Plus One”.

TROIKA Plus One terdiri dari Indonesia sebagai negara koordinator, Thailand sebagai ketua ASEAN, Sekjen ASEAN, serta Singapura sebagai ketua ASEAN tahun lalu yang bertindak sebagai “plus”.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Irawan.H.P