• News

  • Ekonomi Makro

Pabrik Alat Listrik Rp500 Miliar Siap Optimalkan TKDN

Peresmian Pabrik Peralatan Listrik Tegangan Tinggi – Vacuum Circuit Breaker and Gas Insulated Switchgear PT Twink Indonesia High Voltage
Kemenperin
Peresmian Pabrik Peralatan Listrik Tegangan Tinggi – Vacuum Circuit Breaker and Gas Insulated Switchgear PT Twink Indonesia High Voltage

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Industri mesin peralatan untuk pendukung ketenagalistrikan terus berkembang di Indonesia. Struktur industri ini dinilai semakin dalam seiring dengan peningkatan investasi, yang juga diharapkan dapat meningkatkan daya saingnya di kancah global.

“Kami mengapresiasi kerja sama teknik dan perjanjian lisensi antara PT Twink Indonesia dengan Siemens AG,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Peresmian Pabrik Peralatan Listrik Tegangan Tinggi – Vacuum Circuit Breaker and Gas Insulated Switchgear PT. Twink Indonesia High Voltage di Bogor, Rabu (16/10/2019).

Menurut Menperin, investasi pabrik tersebut senilai Rp500 miliar yang ditargetkan bisa menghasilkan nilai penjualan produknya sebesar Rp500-600 miliar serta menyerap tenaga kerja sebanyak 100 orang.

Pabrik ini akan memproduksi peralatan utama tegangan tinggi yang dapat digunakan di semua proyek-proyek gardu induk baik itu milik PLN, swasta maupun kawasan industri.

“Diharapkan pesanan pabrik ini bisa mencapai target yang direncanakan. Jadi, tugasnya PLN dan pihak ESDM untuk memastikan ordernya tepat waktu, sehingga jadwal tunggunya tidak terlalu lama,” ujarnya.

Apalagi, dengan adanya kebijakan mengenai pengoptimalan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN), diyakini bakal memacu produktivitas industri nasional.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Industri dan diperkuat dengan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2018 tentang Tim Nasional P3DN.

“Kebijakan penggunaan produk dalam negeri pada sektor ketenagalistrikan ini akan menjadi lokomotif yang menarik bagi pertumbuhan industri mesin peralatan pembangkit di dalam negeri,” jelasnya.

Airlangga pun menegaskan, bagi pemerintah, apabila industri di dalam negeri sudah ada yang mampu memproduksi, tidak perlu lagi melakukan impor. Pasalnya, peningkatan produktivitas di sektor industri dalam negeri dapat meningkatkan daya tahan perekonomian nasional. “Apalagi, industri ini termasuk yang menghasilkan produk substitusi impor,” tandasnya.

Kemudian, guna menjaga produktivitas, pemerintah akan mendorong keberlanjutan ordernya. Sebab, peningkatan konten lokal juga tergantung dari kepastian pembelian barang. “Investasi ini merupakan bukti kepercayaan PLN kepada industri kita. Jadi, kepercayaan ini harus terus dijaga karena dapat meningkatkan kemampuan industri kita,” imbuhnya.

Produk-produk yang telah dihasilkan dari industri mesin peralatan pendukung ketenagalistrikan di dalam negeri, antara lain komponen utama pembangkit seperti Boiler, Generator, Power Transformator, Gas Insulated Switchgear (GIS), Pompa, Balance of Plant (BOP), Tower Transmisi, Konduktor, Trafo Distribusi, dan Panel Listrik. Saat ini, kebutuhan produk GIS untuk memenuhi kebutuhan transmisi tenaga listrik di Indonesia mencapai sekitar 150 set per tahun dengan nilai TKDN berkisar 10%-35%.


   
   
   

Reporter : PD Djuarno
Editor : Irawan.H.P