• News

  • Ekonomi Makro

Hasil IPO Prodia untuk Pengembangan Outlet di Indonesia

Ilustrasi Emas Antam (Istimewa)
Ilustrasi Emas Antam (Istimewa)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - PT Prodia Widyahusaha Tbk resmi jadi emiten ke-15 tahun 2016 di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada awal perdagangan, PT Prodia Widyahusada Tbk dengan kode efek PRDA itu sempat bergerak ke level Rp6.850 per lembar, atau naik sekitar 5,38 persen dari harga perdana Rp6.500 per lembar.

Direktur Keuangan Prodia, Liana Kuswandi mengatakan perolehan dana hasil IPO yang mencapai Rp1,218 triliun itu sekitar 67 persennya akan digunakan untuk mengembangkan dan memperbesar jejaring outlet Prodia di Indonesia, baik di pasar yang ada saat ini maupun di pasar yang baru.

Kemudian, sebesar 19 persen akan digunakan untuk memperkuat kemampuan dan kualitas layanan Prodia melalui pembelian peralatan teknologi diagnostik generasi terbaru. 

Serta, untuk pembelian peralatan untuk pemeriksaan non-laboratorium, dan peralatan dan atau perlengkapan teknologi informasi.

"Peralatan medis itu akan memperkuat layanan Prodia untuk mendukung pengobatan individu yang menjadi tren yang terus tumbuh di industri laboratorium klinik global," ujar Liana di Jakarta, Rabu (7/12/2016).

Kemudian sisanya sebesar 14 persen dari dana IPO, Liana Kuswandi mengatakan akan digunakan untuk memperkuat modal kerja perseroan.

Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty menambahkan Prodia menargetkan dapat membuka sebanyak-banyaknya 33 laboratorium klinik baru selama 4 tahun ke depan. Melalui penambahan jejaring ini, kehadiran Prodia diharapkan dapat dirasakan di seluruh 34 propinsi di Indonesia.

"Dengan semakin luasnya jejaring Prodia, masyarakat Indonesia diharapkan bisa mendapatkan solusi terbaik terhadap kebutuhan diagnostik kesehatan yang terus meningkat dewasa ini," katanya. 

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat di Jakarta, Rabu mengharapkan kinerja Prodia dapat lebih meningkat setelah sahamnya tercatat di BEI sehingga dapat menjadi salah satu acuan investasi pemodal.

 

Reporter : Pramirvan Datu Aprilatu
Editor : Firman Qusnulyakin