• News

  • Ekonomi Mikro

Bidik Investor Syariah, IndoPremier Masuk ke Urat Nadi Pendidikan di Kalimantan Selatan

 Galeri Investasi (GI) Syariah di UNUKASE, Kalimantan Selatan, Kamis (27/6/2019)
Netralnews/J.S.
Galeri Investasi (GI) Syariah di UNUKASE, Kalimantan Selatan, Kamis (27/6/2019)

BANJARMASIN, NETRALNEWS.COM - Jumlah investor syariah di pasar modal Indonesia terus menggeliat. Total investor syariah per Mei 2019 mencapai 54.331 atau meningkat 22% dari akhir 2018 lalu yang baru mencapai 44.536 investor.

Dengan demikian, rasio investor syariah dari total investor retail di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mencapai 968.682 sebesar 5,6%. Menariknya, dari total investor syariah tersebut, 23%-nya telah menjadi investor aktif dengan jumlah sebanyak 12.449 investor.

PT Indo Premier Sekuritas (IndoPremier) sebagai sekuritas swasta terdepan di pangsa pasar investasi syariah memiliki komitmen untuk terus menggenjot jumlah investor syariah, salah satunya dengan mendirikan Galeri Investasi (GI) Syariah di berbagai daerah bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan universitas.

Guna meningkatkan dan mendongkrak jumlah investor syariah di Kalimantan Selatan IndoPremier bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia dan Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) meluncurkan Galeri Investasi (GI) Syariah di UNUKASE, Kamis (27/6/2019).

Acara peresmian GI Syariah di UNUKASE dihadiri Ketua Badan Penyelenggara Pengelola Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE), Drs HM Syarbani Haira, M.Si, Rektor UNUKASE, Drs H Gerilyansyah Basrindu, MM,Ph.D., Kepala Bagian Pengawasan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 9 Kalimantan, Ali Ridwan, Kepala Unit Pengelolaan Wilayah 2 PT Bursa Efek Indonesia, Nur Harjantie, Kepala Kantor BEI Perwakilan Kalimantan Selatan, Yuniar, dosen dan staf UNUKASE serta para mahasiswa.

Rektor UNUKASE, Drs. H. Gerilyansyah Basrindu, M.M., Ph. D mengaku senang telah memiliki GI di kampusnya. Ia pun berharap GI ini bisa menjadi berkah bagi semua kalangan.

“Kampus UNUKASE sudah punya galeri sendiri untuk mempermudah akses belajar tentang pasar modal. Semoga kerjasama ini dapat mendukung kita, khususnya dalam bidang keilmuan dan pengembangan pasar modal syariah dan semoga jadi berkah untuk kita semua,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Unit Pengelolaan Wilayah 2 PT Bursa Efek Indonesia, Nur Harjantie menegaskan BEI terus melakukan sosialisasi dan edukasi secara terpadu dan terarah di area kampus. Pendirian GI di UNUKASE ata GI BEI pertama di Kabupaten Banjar ini dimaksudkan untuk mengenalkan pasar modal sejak dini dalam dunia akademis.

“Berkonsep 3 in 1 (BEI, Universitas dan Perusahaan Sekuritas), civitas akademika dapat praktek langsung transaksi jual-beli saham di GI ini,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan Deputy Head of Marketing IPOT dari PT Indo Premier Sekuritas, Paramita Sari.

IndoPremier sebagai pioneer dalam pengembangan Sistem Online Trading Syariah di Indonesia pada tahun 2011 berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan OJK dan bursa efek untuk meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal khususnya pasar modal syariah melalui berbagai program edukasi serta pendirian infrasruktur pendukung seperti Galeri Investasi ini untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat Indonesia melalui jalur akademisi.

“GI UNUKASE ini merupakan GI Syariah BEI ke-11 bagi IPOT. GI di kampus ini akan berperan penting sebagai jembatan menuju penguasaan ilmu pengetahuan khususnya pasar modal beserta prakteknya,” terang Gerilyansyah.

Ia menegaskan civitas academika dan masyarakat umum kini bisa melakukan simulasi dan transaksi saham secara langsung dan real time dengan sistem online trading terintegrasi yang terlengkap, terjangkau, dan terpercaya di Indonesia milik IPOT.

Kepala Bagian Pengawasan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 9 Kalimantan, Ali Ridwan pun menandaskan kalau IPOT merupakan sekuritas dengan platform investasi yang lengkap untuk bisa beli saham atau reksa dana.

Selain itu, sekuritas ini terdepan dalam pengembangan pasar modal syariah dan terus mengikuti perkembangan industri 4.0 dengan berbagai fasilitas yang dimiliki.

Editor : Taat Ujianto