• News

  • Ekonomi Mikro

Tingkatkan Perekonomian, Desa Pantai Cermin Kembangkan Wisata Religi

Tokoh Desa Pantai Cermin dengan para peserta Kepemimpinan Nasional PKN Tingkat II Angkatan VIII Tahun 2019 Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.
Kemendes PDTT
Tokoh Desa Pantai Cermin dengan para peserta Kepemimpinan Nasional PKN Tingkat II Angkatan VIII Tahun 2019 Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.

KAMPAR, NETRALNEWS.COM - Pemerintah Desa Pantai Cermin tengah berupaya meningkatkan perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat desa dengan mengembangkan wisata religi dan wisata alam yang ada di sekitar salah satu cagar budaya, yaitu Makam Syekh Syaid Abdul Hamid. Untuk diketahui, Syekh Syaid dikenal karenan kegigihannya dalam menegakkan kebenaran ajaran agama Islam dan keberpihakannya kepada masyarakat.

Hal ini diketahui saat pertemuan antara sejumlah unsur pimpinan ataupun tokoh Desa Pantai Cermin dengan para peserta Kepemimpinan Nasional PKN Tingkat II Angkatan VIII Tahun 2019 Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI dalam rangka visitasi di Kantor Pemerintah Desa Pantai Cermin.

Kepala Desa Pantai Cermin, Muklis menyampaikan bahwa Pantai Cermin memiliki beragam potensi yang bisa digarap. Sayangnya, potensi ini masih belum terwujudkan karena masyarakat desa masih mengandalkan sektor perkebunan dalam mencukupi kebutuhan hidupnya.

"Kami sudah lama melirik makam yang kerap dikunjungi oleh pengunjung baik dari dalam desa hingga pengunjung dari luar daerah. Oleh karena itu, kami berkeinginan untuk mengembangkan makam ini menjadi objek wisata religi dan alam karena potensi inilah yang bagi kami sangat menjanjikan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa," kata Muklis, baru-baru ini.

Wisata religi dan wisata alam di kawasan Makam Syekh Syaid Abdul Hamid, kata Muklis, memiliki konsep menjadikan makam ini sebagai wisata religi dan wisata alam karena lokasi makam yang berdekatan dengan lembah.

Sehingga bisa dimanfaatkan untuk outbound dan lainnya. Selain itu juga, pihaknya akan membangun embung di kawasan makam yang nantinya dapat dijadikan sebagai wisata air.

"Kami juga akan membuka kios-kios untuk masyarakat desa dalam hal memasarkan produk-produknya dan membangun sejumlah gazebo dan homestay untuk para pengunjung yang tengah beristirahat," katanya.

Salah satu peserta visitasi Kepemimpinan Nasional PKN Tingkat II Angkatan VIII Tahun 2019 Lembaga Administrasi Negara (LAN), Bonivasius Prasetya Ichtiarto mengatakan bahwa dalam hasil dari pertemuan di kantor desa adalah potensi yang dapat dikembangkan adalah wisata religi dan wisata alam untuk meningkatkan ekonomi atau kesejahteraan masyarakat desa.

Kata Bonivasius, dalam pengelolaannya nanti akan dikelola oleh BUMDes. Dirinya berharap peran dan fungsi BUMDes terutama untuk mengembangkan wisata kemudian dapat ditingkatkan.

"Kita berharap juga, BUMDes bisa berinovasi dalam mengembangkan usahanya untuk meningkatkan pendapatannya yang nantinya sangat bermanfaat bagi pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat desa," kata Bonivasius yang menjabat sebagai Kepala Biro Humas dan Kerjasama dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Sementara itu, salah satu peserta lainnya yakni Nurul Hasanuddin dari Badan Pusat Statistik Pusat (BPS) menyarankan bahwa desa wisata yang akan dikembangkan bisa dikawinkan dengan desa digital. Pasalnya, untuk jaringan telekomunikasi sudah ada. Apalagi, Desa Pantai Cermin memberikan pelayanan Wifi gratis kepada masyarakat desa untuk memanfaatkan akses internet.

"Kalaupun ini menjadi desa wisata religi ataupun desa wisata digital. Ini kalau bisa dikawinkan jadi dewi dan dedi (Desa Wisata dan Desa Digital) agar desa menjadi lebih maju," kata Nurul.

Usulan tersebut disampaikan Nurul, karena wilayah tersebut sudah terpasang wifi dan akses internetnya kencang. Apabila berbagai macam potensi dimanfaatkan dengan beragam ide untuk ke depannya, Nurul yakin generasi muda akan lebih maju dengan mengangkat peluang-peluang potensi yang ada.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan.H.P