• News

  • Ekonomi Mikro

Kemendes PDTT: Perhatian Desa Ke Perempuan dan Anak Meningkat

Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi.
riumandiri.com
Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Anwar Sanusi mengatakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) untuk perempuan dan anak meningkat tajam. Menurutnya ini merupakan bentuk perhatian desa terhadap perempuan dan anak.

Pernyataan ini disampaikan Anwar, pasalnya Kemendes PDTT mendorong Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) untuk membuat pilot project desa berbasis kemaslahatan keluarga. Menurutnya, keberhasilan pilot project tersebut nantinya dapat menjadi contoh bagi desa-desa lainnya.

"Kalau kita perhatikan, APBDes untuk perempuan dan anak meningkat tajam. Artinya, perhatian desa terhadap perempuan dan anak sangat tinggi dan terus meningkat," ujarnya baru-baru ini di Jakarta.

Kata Anwar, ada banyak sekali program Kementerian Desa yang bisa disinergikan dengan LKKNU. Menurutnya, apabila ada pilot project yang bisa didorong untuk menciptakan desa berbasis kemaslahatan keluarga, pihaknya klaim bisa memberikan dukungan.

Di samping itu, Anwar juga mengajak anggota LKKNU untuk berpartisipasi aktif pada musyawarah desa di desanya masing-masing. Anwar mengatakan, dalam musyawarah desa tersebut dapat disusun program-program dana desa yang dapat mendukung peningkatan kemaslahtan keluarga di desa.

Dana desa sendiri, lanjutnya, disalurkan setelah disahkannya Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang desa. Dalam lima tahun ini, total dana desa yang disalurkan sebesar Rp257 Triliun.

"Ini (dana desa) uang sangat besar. Dan sifatnya berbeda dari kebijakan-kebijakan sebelumnya. Jika sebelumnya selektif hanya untuk desa tertinggal saja atau level kecamatan, kalau ini (dana desa) untuk semua desa," ujarnya.

Terkait hal tersebut, Ketua Pengurus Pusat LKKNU, Ida Fauziyah mengatakan, bahwa mayoritas msyarakat NU berada di desa. Untuk itu dia menilai pentingnya optimalisasi keluarga maslahah di perdesaan. Menurutnya, optimalisasi keluarga maslahah juga menjadi bagian upaya membantu penyelesaian berbagai persoalan negara.

"Membangun negara yang maslahah, maju, tangguh, mau tidak mau harus memulai dengan membangun keluarga maslahah. Sebegitu pentingnya membangun keluarga maslahah, karena dengan membangun keluarga maslahah, berarti kita sedang membangun negara yang maslahah," ujarnya.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan.H.P