• News

  • Ekonomi Mikro

Mendes PDTT Luncurkan Buku Rural Ekonomics III: "Menguatkan Pilar Ekonomi Desa"

Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo meluncurkan buku ‘Rural Ekonomics III
Kemendes PDTT
Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo meluncurkan buku ‘Rural Ekonomics III

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo meluncurkan buku ‘Rural Ekonomics III: Menguatkan Pilar Ekonomi Desa'. Buku itu mengungkapkan tahapan proses pembangunan desa di Indonesia.

“Persoalan besar di desa adalah banyaknya masalah itu sebenarnya karena kemiskinan. Kemiskinan hanya bisa diatasi dengan menciptakan aktivitas ekonomi di desa. Buku ini adalah sharing bagaimana proses kita menciptakan aktivitas ekonomi di desa,” ujar Eko di Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Rural Ekonomics III adalah buku seri ke tiga hasil buah pemikiran Menteri Eko. Adapun buku seri pertama berjudul ‘Rural Ekonomics: Menggerakkan Roda Ekonomi Desa’, dan buku seri ke dua berjudul ‘Rural Ekonomics II: Meyakini Desa Mau dan Mampu Membangun’.

“Buku pertama fokus bagaimana tata kelola sangat penting dalam melakukan pembangunan desa, karena dana desa adalah program baru. Buku yang kedua lebih banyak ke infrastruktur, dan buku ketiga adalah bagaimana tentang pemberdayaan ekonomi di desa, karena infrastruktur sudah banyak,” terang Eko.

Menurut Eko, banyak hal yang telah dicapai oleh program dana desa. Meski demikian ia juga tidak menampik masih banyaknya hal yang perlu dilakukan untuk pembangunan perdesaan di Indonesia. Dia menyebut pembangunan perdesaan adalah upaya yang tidak mengenal akhir.

“Paling penting adalah bagaimana kita ciptakan aktivitas ekonomi supaya kemiskinan berkurang. Sehingga otomatis permasalahan lain juga akan berkurang,” ujar Eko.

Menurut Eko, rendahnya aktivitas ekonomi di desa disebabkan masih minimnya infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, hingga internet. Sehingga dana desa yang telah membangun ribuan infrastruktur dasar tersebut diharapkan dapat membantu peningkatan aktivitas ekonomi desa.

“Desa itu miskin karena (produksi) tidak fokus pada produk tertentu dan tidak memenuhi skala ekonomi. Makanya biaya produksinya tinggi ditambah lagi tidak ada jalan, tidak ada infrastruktur. Tapi dengan adanya dana desa, infrastruktur sudah terbangun. Dari tahun 2015 hingga per juli 2019 saja sudah terbangun sepanjang 201.899 kilometer jalan desa. Belum lagi ribuan infrastruktur lainnya,” ungkap Menteri Eko.


Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan.H.P