• News

  • Gaya Hidup

Begini Cara Dunia Merayakan Halloween

Perayaan Halloween sudah ada sejak 2000 tahun lalu.
USSFlickr
Perayaan Halloween sudah ada sejak 2000 tahun lalu.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Banyak teori yang berkembang mengenai asal usul Halloween. Tetapi teori paling banyak diterima adalah perayaan Halloween ini berasal dari perayaan bangsa Galia kuno sekitar 2000 tahun lalu. 

Perayaan ini disebut samhain diartikan sebagai “akhir musim panas”. Perayaan ini memang menjadi tanda berakhirnya  masa terang (musim semi dan panas) dan dimulainya masa gelap (musim gugur dan dingin).

Masyarakat Galia kuno meyakini, pada tanggal 31 Oktober malam, arwah-arwah bergentayangan merasuki tubuh mereka yang masih hidup. Menjelang  tanggal 31 Oktober, para penduduk desa mematikan api  di dalam rumah, ini akan membuat tubuh mereka dingin dan berharap arwah tidak mau memasuki tubuh mereka.

Mereka memakai pakaian yang menyeramkan, dan berkeliling desa dengan suara gaduh untuk menakut-nakuti arwah gentayangan. Dari ritual dan kepercayaan inilah, tradisi mengenakan kostum berkembang sampai sekarang. 

Nama Halloween, berasal dari usaha gereja pada masa itu untuk menghentikan penduduk merayakan hari samhain, yang dianggap bertentangan dengan perayaan Nasrani. Pihak Gereja Katolik pada sekitar abad ke-8, mulai merayakan tanggal 1 November, sebagai hari untuk menghormati para santo dan santa yang tidak memiliki hari perayaan khusus.

Tanggal 31 Oktober malam inilah disebut All Hallows Evening, menjadi cikal-bakal Halloween. Dari nama All Hallows Evening, penduduk menyingkat menjadi Hallow’s Even, dan makin lama nama kian singkat menjadi Halloween. Uniknya, walaupun nama dan perayaannya menjadi perayaan gerejawi, gereja tetap tidak dapat mengubah bentuk dan tradisi yang ada di dalam perayaan ini.

Dari tradisi Irlandia dan Inggris, masyarakat Amerika mulai berdandan dengan kostum dan mengunjungi rumah ke rumah meminta makanan atau uang. Ini merupakan awal  praktik yang akhirnya menjadi tradisi trick or treat hingga hari ini.
Jack O’Lantern

Kehadiran Jack O’Lantern sebagai bagian tradisi Halloween ini berkaitan dengan legenda di Irlandia. Legenda ini menceritakan mengenai seorang petani bernama Jack. Ia seorang yang licik, pelit dan berhasil menipu iblis. Ia membuat iblis naik ke atas pohon dan kemudian mengukir bentuk salib di batang pohon tadi, sehingga iblis tidak bisa turun dengan mudah.

Pada kematiannya, Jack tidak diterima di surga. Hal ini  karena kelicikan dan berbagai tindak jahat ia lakukan selama hidup. Tetapi iblis juga menolak Jack untuk masuk neraka karena marah pernah ditipu oleh Jack. Akhirnya iblis memberikan sebatang lilin untuk menemani Jack berjalan-jalan dalam kegelapan, lilin tadi ditempatkan di dalam turnip (semacam lobak).

Ketika, kaum imigran Irlandia datang ke Amerika, mereka terus mempertahankan tradisi ini.  Sayangnya di Amerika tidak banyak ditemukan turnip, akhirnya memilih sayuran lain yaitu labu (pumpkin). Dari sini lah, Jack O’Lantern dari labu kemudian menjadi terkenal di seluruh dunia.

Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?