• News

  • Gaya Hidup

Datangkan Pelukis Terkenal Tiongkok, Perkumpulan Hakka Gelar Pameran Lukisan

Suasana pameran lukisan buah karya pelukis terkenal asal Tiongkok, Prof. Peng Qiang Hua.
NNC/Christophorus Aji Santoso
Suasana pameran lukisan buah karya pelukis terkenal asal Tiongkok, Prof. Peng Qiang Hua.

JAKARTA, NNC - Perkumpulan Hakka dan Meizhou yang ada di Indonesia menggelar sebuah pameran lukisan yang salah satunya bertujuan untuk kegiatan sosial. Pameran lukisan itu merupakan buah karya pelukis terkenal asal Tiongkok, Prof. Peng Qiang Hua. Pameran yang digelar di Gajah Mada Tower lantai 10 Jakarta, mulai hari ini, Sabtu (21/7/2018) hingga Minggu (22/7/2018) ini pun turut dihadiri sang pelukis.  

Dijelaskan Sugeng Prananto selaku Ketua Umum Perkumpulan Hakka Indonesia Sejahtera, nantinya uang yang dihasilkan dari penjualan lukisan sebagian akan disumbangkan kepada beberapa yayasan yatim piatu dan panti jompo. 

"Jadi nantinya dapat uang dari sini akan dibagikan ke tiga kumpulan, Hakka, Meizho, dan museum Hakka. Nah, selain untuk maintenance museum, nanti uang yang dihasilkan dari pameran ini juga disumbangkan ke yayasan yatim piatu dan panti jompo," ungkap Sugeng kepada NNC, di Gajah mada Tower lantai 10, Jakarta, Sabtu (21/7/2018). 

Lantaran memang ditujukan untuk sosial, Sugeng menegaskan bahwa sang pelukis tidak menerima uang dari hasil penjualan lukisannya itu. Setidaknya ada 100 lukisan yang dipamerkan dalam ajang tersebut. Ada yang sudah memiliki harga dan sebagian lagi ada yang dilelang.  

"Ada 100 lukisan, oleh pelukisnya sendiri dari Tiongkok itu dia tidak terima duit. Harga ada 30 juta, 60 juta, 80 juta, dan 20 juta, liat besar kecilnya lukisan," kata Sugeng. 

Untuk lukisannya sendiri, sejauh pengamatan NNC di lokasi, tampak didominasi dengan unsur pedesaan ala Tiongkok yang begitu asri. Dan ketika ditanya perihal tema dari lukisan-lukisan yang terpajang, Sugeng mengatakan bahwa lukisan-lukisan tersebut memang menggambarkan situasi kehidupan suku Hakka di Tiongkok

" Hakka itu merupakan suku. Karena dari keturunan Tiongkok itu yang paling besar adalah suku Hakka. Kayak di sini yang paling banyak suku Jawa, Batak, Sunda, di Tiongkok Hakka mayoritas," beber Sugeng.  

"Dan harapannya, semoga pameran kita ini rutin, tujuan sosial, makin banyak pameran makin banyak sumbangan untuk sosial," pungkas Sugeng berharap.

 

Reporter : Christophorus Aji Saputro
Editor : Widita Fembrian

Apa Reaksi Anda?