• News

  • Gaya Hidup

Tak Disangka, Ini Alasan Ibnu Jamil Kerap Kantongi Gula Merah

Aktor dan Presenter Ibnu Jamil
foto: jayakartanews
Aktor dan Presenter Ibnu Jamil

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Aktor dan Presenter Ibnu Jamil mengaku gula merah jadi barang yang harus dibawa saat melakukan salah satu olahraga favoritnya, lari. Diakui pria 37 tahun ini, potongan gula merah diletakkan pada tas kecil yang dia bawa saat lari.

Jelas, ukuran yang kecil membuat gula merah mudah dibawa kemanapun dan bahan makanan yang mudah didapatkan, rasa manis pada gula merah juga jadi alasan mengapa barang tersebut wajib dibawa. Ternyata, kata Ibnu, gula merah jadi salah satu asupan makanan yang mudah dikonversi menjadi tenaga sehingga cocok dibawa saat lari.

"Yang wajib dibawa saat lari, ada tas kecil dan bawa gula merah. Gula merah enak dan bisa booster tenaga," kata Duta Sun Life Indonesia pada Netralnews, baru-baru ini di Jakarta.

Selain gula merah, barang lain yang wajib dibawa saat lari adalah gawai. Gawai wajib dibawa untuk melakukan selfie dan diunggah di media sosial. Tindakan ini dilakukan Ibnu dengan tujuan agar teman-teman dan warganet bisa termotivasi melakukan olahraga.

"Hape, selfie, harus, menu wajib. Supaya teman-teman sirik dan memotivasi (olahraga)," kata dia.

Barang lain yang harus dibawa adalah sarung tangan dan sweater yang harus siap untuk dibuang. Dijelaskan Ibnu, saat memulai kompetisi lari misalnya, sweater dan sarung tangan kerap digunakan saat menuju lokasi start lari. Sweater dan sarung tangan lantas dilepas saat lari dimulai dan terlebih pada acara lari yang dilaksanakan saat pagi hari yang dingin.

"Kan tubuh masih dingin, jadi pakai sweater dan sarung tangan. Pas lari dibuang karena suhu badan mulai meningkat jadi panas. Itu (buang sweater) kebiasaan lumrah yang dilakukan," jelas Ibnu.

Lebih lanjut Ibnu jelaskan, selain barang yang dibawa saat lari, dia juga harus mempersiapkan diri saat akan melakukan kompetisi lari. Di antaranya persiapan latihan lari kecil dan tidak terlalu berambisi mendapat mendali melainkan dengan perasaan enjoy saat lari.

"Jadi kalau dalam rentang waktu tertentu ada kompetisi lari, saya titik-titikin, mana yang lari harus serius dan mana yang serius, fun dan seru," jelas Ibnu.

Diri perlu dipersiapkan karena lari jarak jauh yakni maraton, bukan olahraga yang sekedar butuh kesiapan dan bukan juga olahraga ringan, melainkan butuh kekuatan fisik dan mental. "Yang pelari sprinter belum tentu bisa maraton dan sebaliknya, pelari maraton belum tentu bisa sprinter," tambah dia.

"Perlu diperhatikan juga asupan makanan benar, minum benar. Tidak boleh dehidrasi," tegas dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Taat Ujianto