• News

  • Gaya Hidup

Empat Chef Indonesia Perkenalkan Kuliner Nusantara

Sambal dabu-dabu khas Manado.
Kulinari
Sambal dabu-dabu khas Manado.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM-  Peringati HUT ke-74 RI, Academy of Pastry and Culinary Arts (APCA) Indonesia sebagai salah satu sekolah pastri dan kuliner internasional di Indonesia mengajarkan cara membuat kuliner tradisional Nusantara.

"Kami mengolah kuliner tradisional dengan sentuhan yang lebih modern," kata Chef Andy Ramadhan saat unjuk kebolehan di Kampus APCA Indonesia, Alam Sutera Tangerang, Rabu.

Chef Andy saat mendemonstrasikan kebolehan mengolah kuliner tradisional ditemani tiga rekannya yakni Chef Christian Dewabrata, Chef Caesar Andry Priatno dan Chef Glenn Nethanael Peter.

Keempat chef ini merupakan instruktur di Kampus APCA Indonesia, pada kesempatan tersebut mereka juga bercerita mengenai kuliner tradisional yang memiliki nilai kenangan tersendiri.

Acara yang bertajuk "APCA Indonesia Media Special Cooking Class" menghadirkan cara membuat ragam menu tradisional yang diolah secara modern seperti bhinneka bahari dabu dabu, archipelago chocolate, ketan item gelato, dan petit gateau modern klapertart.

Kekayaan bahari Indonesia diceritakan oleh Chef Andy Ramadhan melalui olahan hasil laut yang memberikan sensasi baru tersendiri dalam bhinneka bahari dabu dabu.

Bahan-bahan seperti ikan kakap merah, udang dan gurita diolah dan disajikan dengan sambal khas Manado dabu-dabu.

Penggunaan gurita sebagai pengganti cumi-cumi selain unik, juga memiliki kandungan protein yang tinggi, sedangkan sambal dabu-dabu yang rasanya pedas dan segar, menjadi pilihan tepat untuk hidangan olahan hasil laut.

Dabu-dabu dimodifikasi lebih modern dengan teknik memasak yang dikembangkan, karena setiap bahan dasarnya diolah masing-masing terlebih dahulu.

Seperti tomat di-comfit (dimasak perlahan dengan minyak) dan kemangi yang diekstrak dengan minyak untuk dijadikan mayones. Serta saus yang diolah dari cabe rawit dan paprika yang diasap terlebih dahulu.

Chef Christian Dewabrata menyajikan archipelago chocolate yaitu empat jenis cokelat yang dipadukan dengan rasa kuliner tradisional.

Beberapa kuliner dan minuman khas Indonesia juga diajarkan cara pembuatannya seperti wedang ronde, rempeyek, bajigur dan nasi uduk yang dikemas dalam chocolate pralines.

Untuk cold dessert sendiri, diperlihatkan cara membuat ketan hitam yang ditampilkan lebih modern dalam bentuk gelato tanpa menghilangkan rasa khas nusantara.

Chef Caesar Andry Priatno menjelaskan keinginannya mengenang kudapan khas yang sering disajikan sang ibunda ketika masih anak-anak yaitu bubur ketan hitam.

Sedangkan Chef Glenn Nethanael Peter menyajikan cara membuat makanan khas Manado, klappertaart namun dihadirkan dengan cara berbeda bukan dipanggang, namun cukup didinginkan saja.

Hadir sejak Januari 2019, APCA Indonesia memiliki misi untuk menghasilkan Chef yang memiliki skill bertaraf internasional serta dapat bersaing di pentas global serta mencetak tenaga profesional yang siap terjun di industri kuliner.

Director & Executive Chef APCA Indonesia, Louis Tanuhadi berharap melalui kegiatan ini, media dapat membantu menyampaikan kepada masyarakat agar mengenal kembali ragam kuliner tradisional.

“Saat ini tidak banyak Chef yang secara khusus memiliki spesialisasi di kuliner Indonesia. Sebagai sekolah kuliner berlevel internasional, APCA Indonesia ingin membawa kuliner tradisional agar dapat diterima masyarakat dunia”, ujar Louis.

Editor : Sulha Handayani