• News

  • Gaya Hidup

Bunda, Kenali Kondisi Anak yang Alergi Susu Sapi

Ilustrasi bayi
HalloDokterKu
Ilustrasi bayi

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Bunda, tahukah Anda bahwa di atas usia satu tahun, anak bisa alami perjalanan alergi, misalnya dari asupan makanan maupun faktor eksternal. Salah satu kasus alergi yang banyak dialami anak adalah alergi pada susu sapi, yang padahal kaya kalsium yang baik untuk tulang.

Demikian dikatakan Konsultan Tumbuh Kembang Anak, Prof Dr dr Rini Sekartini SpA(K) dalam Media Gathering dan Peluncuran Inovasi Baru SGM Eksplor Advance+ Soya di Jakarta, Rabu (28/8/2019).

"Susu adalah salah satu sumber pangan dan anak kebanyakan lepas Air Susu Ibu (ASI) akan minum susu sapi. Tapi ada kasus orang tua sampaikan anaknya tidak bisa minum susu sapi karena alergi," jelas dia. 

Menurut Prof Rini, alergi pada anak masih harus dipastikan oleh pihak medis, sebelum menyimpulkan sendiri bahwa anak alergi pada susu sapi. Anak alergi susu sapi juga biasanya terjadi karena intoleransi akan laktosa atau galaktosemia.

Diketahui laktosa merupakan bentuk disakarida dari karbohidrat yang dapat dipecah menjadi bentuk lebih sederhana yaitu galaktosa dan glukosa. Laktosa ada di dalam kandungan susu, dan merupakan 2-8 persen bobot susu keseluruhan. 

Sedangkan galaktosemia adalah suatu kondisi yang mencegah Anda dari mencerna galaktosa, gula sederhana yang ditemukan dalam produk susu.

"Jadi alergi susu harus dipastikan dengan konsultasi dengan dokter. Selain periksa dengan dokter, beberapa kasus juga harus cek laboratorium," jelas dia.

Pernyataan ini disampaikan Prof Rini, pasalnya nutrisi yang dibutuhkan bayi dan anak usia di atas setahun berbeda.  Nutrisi sendiri dipenuhi oleh karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, air serta susu sebagai pelengkap. Namun pada anak usia di atas setahun, jenis makanan yang dikonsumsi bisa dikenalkan dan disamakan dengan menu harian keluarga, dimana ada kandungan protein lain juga yang bisa diperoleh selain dari susu.

"Jadi bersin pagi-pagi belum tentu juga alergi susu, bisa alergi debu, jadi perlu diagnosis bahkan periksa laboratorium. Pasalnya susu masih perlu diberikan untuk pembentukan tulang dari kalsium," jelas dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli