• News

  • Gaya Hidup

Baca Ini Sebelum Membeli Samsung Galaxy Note 10

Samsung Galaxy Note 10 dan NOte 10 Plus
Istimewa
Samsung Galaxy Note 10 dan NOte 10 Plus

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Samsung kembali merilis salah satu flagship andalan mereka, seri Samsung Note 10. Seri ini pertama kali diluncurkan pada 2011 dengan layar berukuran 5,3 inci. Galaxy Note seri pertama menjadi ponsel pintar dengan ukuran terbesar yang pernah dirilis. Galaxy Note generasi pertama berhasil terjual 10 juta unit di seluruh dunia.

Seri Galaxy Note sempat mendapat rintangan dan dianggap sebagai produk gagal setelah Galaxy Note 7 diterpa cacat produksi yang membahayakan penerbangan. Samsung mendapat laporan bahwa ponsel Galaxy Note 7 meledak saat digunakan dan disimpan untuk mengisi daya. Akibatnya, seri ini ditarik dari peredaran yang membuat Samsung merugi jutaan dolar.

Berhasil keluar dari lubang jarum, tahun ini Samsung kembali merilis phablet andalan mereka Galaxy Note 10 dan Galaxy Note 10 Plus yang prapemesanannya telah dibuka sejak 9 Agustus lalu. Kedua ponsel ini dibuka dengan harga Rp13.999.000.

Samsung merilis Galaxy Note 10 ke dalam 3 varian, yaitu Galaxi Note 10 RAM 8GB + 256GB yang dipasarkan seharga Rp13.999.000, sedangkan Galaxy Note 10+ varian 12GB + 256GB dibanderol seharga Rp16.4999.000. Kemudian, Galaxy Note 10+ varian 12GB + 512GB yang dilabeli harga Rp18.999.000.

Semua varian di atas bakal dilengkapi dengan stylus unibodi Samsung S Pen dengan Bluetooth yang lebih hemat baterai. Stylus S Pen pada Galaxy Note 10 juga dilengkapi dengan sensor gyroscope yang dapat membaca gestur berbasis gerakan tangan. Dengan S Pen di Galaxy Note 10 dan Galaxy Note 10+ pengguna juga dapat memperbesar dan memperkecil pengambilan gambar saat difoto.

Stylus S Pen memungkinkan pengguna Galaxy Note 10 bisa menulis tangan yang akan dikonversi menjadi dokumen oleh Note 10 di aplikasi Notes. Tidak berhenti di situ, S pen juga bisa digunakan untuk menyunting video bagi kalian yang gemar membuat video di telepon pintar.

Menurut Divisi Mobile Communication Samsung Electronic DJ Koh, Galaxy Note 10 merupakan ponsel yang perkasa bagi setiap pengguna. Dengan layar Dynamic AMOLED ponsel ini sanggup memproses 16 juta warna dan membuat layar terlihat lebih kinclong. Dibekali layar infinity-O berukuran 6,3 inci yang mempunyai resolusi Full HD+, aspek rasio 19:9 dengan kerapatan 401 piksel per inci, bezel yang amat tipis dengan rasio screen to body yang mencapai 91 persen, membuat pengguna Galaxy Note 10 akan lebih leluasa ketika menulis dengan S pen.

Didukung dengan RAM sebesar 8 gigabita dan ruang penyimpanan internal sebesar 256 gigabita ponsel ini sangat cocok bagi mereka yang ingin meningkatkan produktifitas dan kreatifitas.

Di sektor kamera, Samsung membekali ponsel ini dengan 3 kamera belakang yang ditopang oleh lensa wide-angle 77 derajat 12MP, ultra-wide 123 derajat 16MP, dan lensa telephoto 12MP dengan tambahan sensor ToF (Time of Flight) yang dapat merekam video dalam ukuran 4K pada 30fps. Menurut beberapa review, kamera Galaxy Note 10 mempunyai hasil yang lebih baik dibanding Huawei P30 Pro.

Di bagian depan, Galaxy Note 10 dilengkapi dengan kamera beresolusi 10 megapiksel bagi mereka yang gemar melakukan swafoto.

Galaxy Note 10 juga memeliki fitur Zoom in Mic yang mampu melakukan zoom gambar dan suara dari objek yang dibidik untuk meminimalisir potensi kebocoran suara dari objek yang lain. Kemampuan ini membuat mikrofon yang terpasang di Galaxy Note 10 dan Galaxy Note 10 Plus mendeteksi objek audio mana yang akan menjadi fokus dan sesuai dengan video yang diambil. Fitur ini membuat audio yang direkam mempuntai suara lebih jernih karena hanya mengambil suara yang diinginkan.

Video editor di ponsel ini juga sudah dilengkapi dengan fitur untuk mempermudah pengguna menyunting video, seperti membuat transisi, menambahkan efek, lagu, dan animasi.

Perlu diketauhi, Galaxy Note 10 tidak dilengkapi dengan jack handphone 3,55 mm yang diantisipasi oleh Samsung dengan memberikan AKG USB-C earpiece di dalam paket seri Galaxy Note 10. Absennya jack 3,55 mm di Galaxy Note 10 membuat ponsel ini lebih ramping dibanding pendahulunya.

Ada alasan kenapa Samsung memilih melenyapkan lubang jack earphone 3,55 mm dari dua ponsel ini. Jack 3.55 mm menggunakan sinyal analaog, sehingga output–nya hanya berupa audio. Sedangkan USB Tipe-C mampu mengeluarkan audio dan power yang membuat suara lebih baik.

Meski demikian, pengguna earphone jack 3,55 mm tak perlu berkecil hati, kalian masih bisa menancapkan earphone andalan kalian ke Galaxy Note 10 dan Galaxy Note Plus dengan bantuan dongle USB type-C ke analog 3,5 mm.

Soal mesin, Samsung memberikan Galaxy Note 10 chipset Snapdragron 855 dengan dukungan GPU Adreno 640 untuk versi Tiongkok dan Amerika, serta Exynos 9825 dengan dukungan GPU Mali-G76 MP12 untuk versi Eropa, Afrika, dan Asia.

Perbedaan Galaxy Note 10 dan Galaxy Note 10+
Selain harganya yang berbeda, Galaxy Note 10 dan Galaxy Note Plus juga mempunyai spesifikasi yang lumayan berbeda. Terutama pada sektor kamera, panel, baterai, dan memori. Di luar itu, kedua ponsel ini hampir identik.

Di sektor chipset Samsung Galaxy Note 10 dan Samsung Galaxy Note Plus sama-sama didukung oleh Snapdragron 855 dengan dukungan GPU Adreno 640 untuk versi Tiongkok dan Amerika, serta Exynos 9825 dengan dukungan GPU Mali-G76 MP12 untuk versi Eropa, Afrika, dan Asia.

Exynos 9825 diklaim sebagai chipset pertama yang menggunakan proses fabrikasi 7nm dengan teknologi Extreme Ultraviolet Lithography (EUV). Penggunaan teknologi tersebut dalam chipset ini dapat meningkatkan performa ponsel 30 persen lebih cepat dan mampu menghemat daya ponsel sampai 50 persen dibandingkan dengan chipset generasi sebelumnya.

Kedua gawai ini juga dijalankan oleh sistem operasi Android 9.0 Pie dilengkapi dengan user interface One UI. Kedua ponsel ini juga sama-sama dilengkapi dengan sensor sidik jari di layar atau in-screen fingerprint dan face unlock untuk fitur keamanan.

Perbedaan kentara baru terlihat di sektor kamera untuk fitur fotografi, pada Galaxy Note 10 plus terdapat ToF3D. Fitur yang tidak dapat ditemukan di Galaxy Note 10. Sensor ToF3D ini mampu membuat efek bokeh dan memindai objek tiga dimensi. Sensor ToF3D ini juga yang digunakan dalam fitur Augmented Reality yang terdapat di Galaxy Note 10 Plus.

Untuk urusan kamera, keduanya sama-sama dilengkapi dengan 3 kamera belakang yang ditopang oleh lensa wide-angle 77 derajat 12MP, ultra-wide 123 derajat 16MP, dan lensa telephoto 12MP.

Di sektor memori, Galaxy Note 10 hanya memiliki kapasitas penyimpanan 8/12GB RAM + 256GB ROM. Sedangkan Galaxy Note 10 Plus memiliki ruang penyimpanan yang lebih lapang, yakni 12GB RAM + 256/512GB ROM. Pada varian Galaxy Note 10 Plus juga tertanam slot micro SD hingga 1TB. Jika ditotalkan, varian Galaxy Note 10 plus mampu mempunyai ruang penyimpanan sebesar 1,5 terabita.

Dalam soal daya, kedua ponsel ini dilengkapi dengan teknologi fastcharging berdaya 45W (Note 10+) dan 25W (Note 10) via USB Type-C, Keduanya juga didukung dengan Fast Qi/PMA Wireless Charging berdaya 20W yang dapat digunakan untuk mengisi baterai Galaxy Watch dan Galaxy Buds, serta gawai lainnya yang memiliki teknologi pengisi daya nirkabel Qi.

Perbedaan soal baterai di kapasitas baterai, Galaxy Note 10 Plus mempunyai kapasitas baterai lebih besar, yakni 4.300mAh. Sedangkan varian regular hanya mempunyai kapasitas baterai 3.500 mAh.

Fitur Unik di Galaxy Note 10 dan Galaxy Note Plus
Galaxy Note 10 dan Galaxy Note Plus dilengkapi dengan fitur Samsung DeX. Fitur ini dapat membuat ponsel digunakan sebagai PC dengan cara menyambungkannya ke monitor atau layar televisi dengan mekanisme mirroring, Dengan Samsung DeX kita juga bisa menambahkan tetikus dan keyboard ke ponsel kita yang dapat dihubungkan lewat Bluetooth.

Di Samsung Galaxy Note 10 dan Galaxy Note 10 Plus, pengguna hanya cukup mengoneksikan ponsel ke laptop dengan kabel data USB type-C. Setelah terhubung, bisa mengendalikan ponsel lewat komputer dan sebaliknya. Dengan fitur ini juga kita bisa memindahkan data dari ponsel ke laptop atau sebaliknya, memasang atau menghapus aplikasi di ponsel dari laptop, membalas pesan, email, mengedit foto, menghapus file di dalam ponsel, dan masih banyak lagi.

Beberapa aplikasi di ponsel yang dapat dijalankan dengan fitur Mode DeX adalah Microsoft Word, Power Point, Excel, Google Drive, Chrome, hingga editor video Adobe Premiere Rush.

Fitur ini mendukung segala jenis komputer yang menjalankan sistem operasi Windows 10 dan Mac OS.

Fitur unik lain yang terdapat di Galaxy Note 10 dan Galaxy Note Plus dan baru diperkenalkan oleh Samsung adalah AR Doodle dan 3D Scanner.

AR Doodle dapat digunakan oleh pengguna untuk memperunik hasil gambar dan lukisan tangan yang ditangkap dari hasil kamera ponsel dengan menggunakan teknologi Augemnted Reality. Fitur ini dapat dijalan dengan menekan tombol yang terletak di pojok kanan atas yang ada di mode video di aplikasi kamera kedua ponsel ini.

Sedangkan fitur 3D Scanner memudahkan pengguna untuk memindai objek di depan kamera dan mengubahnya menjadi objek rendering grafis 3D. Hasil pindaian ini juga bisa dicetak di printer 3D.

Hilangnya Tombol Bixby
Sejak Galaxy S8 dirilis, Samsung terus menyelipkan asisten virtual buatan mereka, Bixby, pada setiap ponsel flagship rilisan terbaru lengkap dengan tombol untuk mengaktifkannya.

Pada Samsung Galaxy S8 Series, tombol Bixby diletakan di sisi kanan ponsel sejajar dengan tombol power. Namun banyak pengguna yang merasa penempatan tombol Bixby sejajar dengan tombol power merupakan hal yang keliru. Banyak pengguna yang salah menekan tombol, alih-alih melakukan restart ponsel, asisten virtual Bixby malah aktif tanpa diminta.

Mendengar keluhan pengguna soal tombol Bixby, pada seri Samsung S9, Samsung memindahkan tombol tersebut ke sisi kiri, berdampingan dengan tombol Volume. Sayangnya, masih banyak pengguna yang tidak sengaja menekan tombol Bixby.

Keluhan tombol Bixby ini akhirnya didengar Samsung. Di seri Galaxy S10 tombol Bixby bisa digunakan untuk membuka aplikasi lain.

Di seri Galaxy Note 10 dan Galaxy Note 10 Plus tombol Bixby sama sekali dihilangkan. Fitur asisten virtual Bixby dapat diaktifkan dengan menggunakan fitur perintah suara.

Editor : Y.C Kurniantoro