• News

  • Gaya Hidup

Ketahui, Tanda-tanda Anak Kekurangan Cairan

Ilustrasi anak kekurangan cairan.
Istimewa
Ilustrasi anak kekurangan cairan.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Hydration Science Director Danone AQUA, dr Tria Rosemiarti mengatakan, orang tua perlu mengetahui tanda-tanda anak kekurangan cairan atau dehidrasi. Ini bisa dilakukan dengan cek kulit perut, jumlah, serta warna urine anak

Cek kulit perut bisa dilakukan dengan mencubit bagian perut anak, apabila keadaan kulit lambat kembali ke keadaan semula berarti anak kekurangan cairan. Sebaliknya, apabila keadaan kulit cepat kembali ke keadaan semula berarti anak tidak kekurangan cairan

Melalui cek urine, bisa dilakukan dengan dua cara yakni memperhatikan jumlah serta warnanya. Apabila anak ketika buang air kecil sedikit berarti anak kekurangan cairan. Selain itu, apabila urine anak warnanya kuning hingga cokelat, berarti pertanda anak juga kekurangan cairan

"Ketahui tanda-tanda anak kekurangan cairan. Pasalnya dehidrasi berat bisa berdampak pada menurunnya kesadaran, lemah, dan sakit kepala," kata dr Tria pada Netralnews baru-baru ini.

Lebih lanjut dr Tria pastikan bahwa sampai saat ini belum pernah ada kasus anak keracunan minuman, sehingga orang tua tidak perlu khawatir apabila anak malah gemar minum air. Menurut Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia (FKUI), keadaan ginjal yang sehat bahkan dapat mentoleransi sebanyak 4 liter air, namun tidak berlaku bagi mereka yang sakit ginjal.

Namun pada anak, dianjurkan untuk konsumsi air sebanyak enam gelas sehari. Apabila anak memiliki aktivitas padat dan berolahraga, maka jumlah asupan air perlu ditambah. 

"Jangan khawatir kalau selama anak minum air berkualitas dan tidak bergula," tegas dr Tria. 

Pemberian air bisa dilakukan saat anak bangun tidur, sebelum berangkat sekolah, saat di sekolah. Setelah itu dilanjutkan saat makan siang, makan sore, hingga sebelum tidur.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Widita Fembrian