• News

  • Gaya Hidup

Pakar Sarankan Anak dari Lahir Periksa Tekanan Darah

Ketua Umum PERHI Dr Tunggul D Situmorang, SpPD-KGH,FINASIM .
Netralnews/Ocha
Ketua Umum PERHI Dr Tunggul D Situmorang, SpPD-KGH,FINASIM .

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Umum Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI) Dr Tunggul D Situmorang, SpPD-KGH,FINASIM menyarankan anak dari sejak lahir untuk diperiksa tekanan darah. Pasalnya ada beberapa kasus anak alami tekanan darah tinggi atau hipertensi sejak dilahirkan.

Selain itu, menurut Dr Tunggul, tekanan darah juga bisa terjadi seiring bertambahnya usia. Seperti pada hipertensi sistolik yang bisa meningkat seiring bertambahnya usia seseorang.

"Pada orang di usia 70 tahun, 60 persen tekanan sistolik meningkat. Jadi sejak anak juga perlu dilakukan pemeriksaan tekanan darah," kata Dr Tunggul, saat Diskusi Media "Kendalikan Hipertensi, Sayangi Ginjalmu" di Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Pernyataan ini disampaikan Dr Tunggul pasalnya hipertensi dapat menjadi penyebab risiko kerusakan organ penting seperti otak, jantung, ginjal, mata, pembuluh darah besar (aorta) dan pembuluh darah tepi yang mengakibatkan kecacatan dan kematian.

Di Indonesia, dengan jumlah penduduk 265 juta orang, prevalensi hipertensi meningkat 34,1 persen pada 2018 dibandingkan 2013 sebesar 27,8 persen. Data Indonesian Renal Registry 2017 (IRR) juga menunjukkan bahwa hipertensi menjadi penyebab utama gagal ginjal sehingga menjalani cuci darah (dialisis).

Disampaikan bahwa tekanan darah tinggi juga merusak unit penyaringan kecil di ginjal (nephron) yang mengakibatkan proses penyaringan di ginjal akan terganggu, sehingga fungsi ginjal sebagai penyaring dan pembuang racun-racun sisa metabolisme akan terganggu.

"Ini akan berakibat menumpuknya racun-racun dan cairan di dalam darah dan seluruh tubuh. Cairan berlebih dalam pembuluh darah akan meningkatkan tekanan darah lebih tinggi lagi," kata Dr Tunggul.

Dr Tunggul juga imbau masyarakat dapat menjaga kesehatan ginjal, diantaranya melakukan upaya hidup aktif, serta menjaga gula darah, lemak dan kadar darah tetap normal.

Selain itu, monitor tekanan darah tetap normal, makanan yang sehat dan berat badan ideal. Jangan pula merokok dan jangan mengkonsumsi obat-obatan anti rasa sakit secara sembarangan.

Editor : Sulha Handayani