• News

  • Gaya Hidup

Ini Manfaat Olahraga dalam Keadaan Perut Kosong Bagi Kesehatan

Ilustrasi
FMT
Ilustrasi

INGGRIS, NETRALNEWS.COM - Ada ilmuwan yang klaim bahwa olahraga dalam keadaan perut kosong, ternyata memiliki efek positif bagi kesehatan. Sebuah studi menemukan berolahraga dalam keadaan sebelum makan ternyata membantu orang lebih mengendalikan kadar gula darah mereka dari pada berolahraga setelah makan.

Tubuh diklaim menjadi efisien dalam menggunakan insulin, yang disebut 'insulin sensitive', yang umumnya dilihat sebagai tanda kesehatan yang baik. Menjaga insulin tetap dalam kontrol memiliki potensi untuk melawan diabetes tipe 2 dan kondisi metabolisme lainnya.

Penelitian di Universitas Bath dan Birmingham melibatkan 30 pria yang diklasifikasikan sebagai obesitas atau kelebihan berat badan yang dibagi menjadi dua kelompok intervensi. Selama enam minggu, satu kelompok sarapan sebelum berolahraga dan satu kepompok lagi tidak sarapan sebelum berolahraga. Semua peserta makan malam pukul 8 sebelumnya.

Olahraga yang dilakukan meliputi bersepeda tiga kali seminggu, diawasi oleh seorang peneliti, berlangsung hingga 50 menit. Tidak ada aturan tentang diet mereka selain waktu terbatas untuk sarapan dan makan malam.

Otot-otot pada kelompok yang berolahraga sebelum makan ternyata lebih responsif terhadap insulin daripada mereka yang berolahraga setelah makan, contoh jaringan otot setelah intervensi.

Ini berarti mereka membutuhkan sejumlah kecil insulin untuk menurunkan kadar glukosa darah, disebut 'insulin sensitive'. Orang dengan sensitivitas insulin rendah, juga disebut sebagai resistensi insulin, akan membutuhkan insulin dalam jumlah yang lebih besar dan mungkin menderita diabetes. Itu juga bisa menunjukkan masalah seperti tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol tinggi. 

"Jika Anda lebih sensitif terhadap insulin, kecil kemungkinan terkena diabetes tipe 2. Ketika sensitivitas insulin mulai memburuk, itulah potensi pertama untuk diabetes tipe 2," kata Dr Javier Gonzalez, dari University of Bath, dilansir dari laman Daily Mail, Senin (21/10/2019).

Kata dia, pada kelompok yang berolahraga sebelum sarapan meningkatkan kemampuan mereka untuk merespon insulin, yang jauh lebih luar biasa, mengingat bahwa kedua kelompok latihan kehilangan jumlah berat yang sama dan keduanya mendapatkan jumlah aktivitas kebugaran yang sama.

"Satu-satunya perbedaan adalah waktu asupan makanan. Hasil kami menunjukkan bahwa mengubah waktu ketika Anda makan dalam kaitannya dengan ketika Anda berolahraga dapat membawa perubahan besar dan positif bagi kesehatan Anda secara keseluruhan," jelas dia.

Dr Gareth Wallis, dari University of Birmingham mengatakan, melakukan olahraga saat puasa semalam dapat meningkatkan manfaat kesehatan untuk individu, tanpa mengubah intensitas, durasi atau persepsi upaya mereka.

Studi tersebut menemukan bahwa otot-otot yang berada dalam kelompok latihan puasa memiliki lebih banyak protein kunci yang terlibat dalam pengangkutan glukosa dari aliran darah ke otot. Mereka juga membakar dua kali lipat jumlah lemak daripada kelompok yang melakukan olahraga setelah makan, yang berarti mereka menggunakan lebih banyak lemak sebagai bahan bakar karena kadar insulin mereka lebih rendah.

Ini tidak memiliki efek pada penurunan berat badan mereka, tetapi akan memiliki manfaat besar bagi penggunaan insulin tubuh mereka, kata para ilmuwan.

Selanjutnya, intervensi akan diuji pada wanita. Penelitian ini dipimpin oleh Dr Rob Edinburgh sebagai bagian dari PhD-nya dan diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli