• News

  • Gaya Hidup

Lima Cara Memulai Bisnis Kuliner bagi Pemula

Ilustrasi bisnis kuliner - Ramesia
Ilustrasi bisnis kuliner - Ramesia

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Seiring Perkembangan ekonomi global dan resesi akhir-akhir ini, banyak usaha yang mengalami kebangkrutan, namun terdapat sebuah bisnis yang terus berkembang. Bisnis tersebut adalah bisnis kuliner.

Nyatanya, tidak peduli seberapa sedikit uang yang diperoleh, setiap hari semua orang membutuhkan makan. Oleh karena itu, bisnis yang satu ini tidak pernah surut.

Bisnis kuliner dikenal sebagai bisnis yang tak pernah mati. Alasannya tentu karena satu hal ini, setiap orang pasti membutuhkan makan, tidak peduli berapapun uang yang mereka miliki. Ditambah lagi dengan modal yang sedikit, kamu bisa mengambil keuntungan hingga 100persen jika menjalani bisnis kuliner.

Keuntungan menggiurkan tersebut membuat banyak orang berbondong-bondong untuk berbisnis kuliner. Mulai dari skala kecil seperti warung pinggir jalan, hingga restoran besar. Persaingan ketat tersebut lah yang menjadi tantangan bagi kamu yang mau mendalami bisnis ini.

Namun terkadang kita bingung bagaimana cara memulainya? Berikut  cara memulai bisnis kuliner.

1. Persiapkan modal usaha

Sebuah bisnis tentu tidak bisa berjalan tanpa adanya modal. Pertama-tama sebelum menyiapkan hal lainnya, ketahui dulu berapa jumlah modal yang anda punya. Berangkat dari sana, kamu akan lebih mudah dalam menentukan jenis kuliner apa yang akan menjadi usahamu.

Misalnya punya dana Rp 1 juta, maka anda bisa berjualan menu sarapan dengan memanfaatkan teras rumah atau menerima pesanan kue. Apabila dana anda lebih besar, misalnya sejumlah Rp 20 juta, cobalah untuk membeli lisensi waralaba fried chicken.

Bagaimana jika anda sudah menentukan jenis bisnis yang akan digeluti, namun kekurangan modal? Tak jadi masalah, karena ada penyedia pinjaman dana tunai tanpa jaminan yang bisa dimanfaatkan. Tapi sebelum mengajukan pinjaman dana tunai tanpa jaminan, pastikan dulu bahwa layanan yang anda pilih terpecaya dan terjamin aman. 

2. Apa yang beda dari usaha kuliner Anda?

Anda tentunya tahu setiap bisnis harus memiliki faktor pembeda, disebut juga USP (Unique Selling Proposition). Jika tidak memilikinya, Anda tidak akan bisa bertahan dalam persaingan.

Jadi kira-kira apa USP bisnis Anda?

Beberapa contohnya adalah sebagai berikut:

- Berdiri sejak tahun 1931

- Dibuat dari 11 bumbu rahasia

- Memiliki ukuran bakso yang paling besar

- Daging dari sapi kualitas nomor 1 di dunia

- Kokinya diimpor langsung dari Timur Tengah

3.Memahami pasar yang Anda tuju

Setelah mengetahui keunggulan yang dimiliki, saatnya menentukan pasar yang anda tuju. Misalnya  mau membangun sebuah warung makan di daerah perkantoran. Sewalah tempat yang strategis agar keberadaan warung makan anda mudah diketahui orang, dari sini anda juga bisa menetapkan harga jual.

4. Bagaimana cara Anda melayani customer?

Apakah lokasi menjadi faktor utama dalam bisnis? Bisa iya dan bisa tidak.

Dahulu lokasi memang bisa dibilang sangat penting karena lokasi strategis berarti banyak lalu lalang calon konsumen. Maka orang berlomba-lomba mencari lokasi usaha yang strategis dan ramai.

Namun seiring perkembangan teknologi, kini lokasi menjadi tidak terlalu penting. Mengapa? Karena sudah banyak fasilitas pesan antara dan ojek online yang siap membantu Anda.

5. Sumber pemasukan

Saat membuat bisnis, tentunya tujuannya adalah mencari keuntungan. Dengan kata lain, Anda harus merencanakan keuangannya dengan baik.

Dalam merencanakan keuangan, Anda perlu mengetahui sumber pemasukan bisnis kuliner tersebut. Apakah Anda akan mengandalkan produk sebagai sumber pemasukan? Atau iklan, komisi, dan lain sebagainya.

Reporter : Albert Adji
Editor : Sesmawati